<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952</id><updated>2012-02-16T18:43:53.586+07:00</updated><category term='ProQuest'/><category term='IEEE'/><category term='Literatur'/><category term='Penerbitan'/><category term='Seminar'/><category term='Routledge'/><category term='EBSCO'/><category term='Referensi'/><category term='E-Journal'/><category term='SpringerLink'/><category term='ScienceDirect'/><category term='Jurnal Ilmiah'/><category term='Tips dan Trik'/><category term='Riset'/><category term='Impact Factor'/><category term='Wiley InterScience'/><category term='Penelitian'/><category term='Jurnal Online'/><category term='Karya Tulis'/><category term='Elsevier'/><category term='Ingenta'/><category term='Emerald'/><category term='Plagiarisme'/><category term='Iptek'/><title type='text'>E-Journal</title><subtitle type='html'>Segala Informasi tentang E-Journal</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-8567382448058748767</id><published>2010-04-20T08:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-20T08:25:16.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Plagiarisme'/><title type='text'>Menghindari Plagiarisme Dalam Karya Tulis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S80B7AZm_nI/AAAAAAAAAUw/z1oJ3fk2SHM/s1600/PLAGIARISM.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S80B7AZm_nI/AAAAAAAAAUw/z1oJ3fk2SHM/s200/PLAGIARISM.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dunia maya yang dengan segala kemudahannya dan tanpa aturan yang mengikat, sangat rentan terhadap tindakan plagiat atau plagiarisme. Di kalangan mahasiswa, tindakan plagiat sering dilakukan, seperti pada pembuatan laporan, karya tulis, tugas essay, dan lain sebagainya. Penulis sendiri mengaku pernah melakukan hal tersebut karena alasan ketidaktahuan. Padahal, sejatinya tindakan plagiat ini merupakan sebuah pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sangsi bagi siapapun yang melakukannya baik itu dengan disengaja maupun tidak di sengaja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketidaktahuan merupakan salah satu alasan utama terjadinya tindakan plagiarisme ini dalam masyrakat luas, seperti halnya pengalaman yang pernah dialami penulis. Ketidaktahuan ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah, karena tidak ada pelajaran/pengetahuan yang diberikan secara khusus kepada pelajar mengenai salah satu pokok bagian dari implementasi HaKI ini. Dalam tulisan ini saya khusus membahas mengenai pokok-pokok utama menghindari tindakan plagiat. Saya mencoba sedikit berbagi ilmu bagi teman-teman dan juga buat saya sendiri guna menghindarkan kita semua dari tindakan pelanggaran hukum. Sebagai masyarakat yang terdidik dan beretika serta moral wajib hukumnya untuk kita untuk memahami pokok HaKI ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Plagiarisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebelumnya bagi teman-teman yang ingin tahu lebih jauh mengenai HaKI silakan saja klik disini. Plagiarisme, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai tindakan/perbuatan yang mengambil, menyalin, menduplikasi, dan sebagainya, karya oran lain dan menjadikannya karya sendiri tanpa sepengatahuan atau izin sang pemiliknya. Untuk itu tindakan ini digolongkan sebagai tindakan pidana, yaitu pencurian terhadap hasil karya/ kekayaan intelektual milik orang lain. Bagi mahasiswa, kecenderungan penyalahgunaan yang terjadi adalah hanya sekedar copy paste (copas) file/artikel/file yang mereka temukan lewat searcher Google. Tanpa mereka sadari bahwa tindakan yang mereka anggap sepele&amp;nbsp; itu adalah sebuah tindakan pelanggaran&amp;nbsp; hukum.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebelum kita masuk pada langkah-langkah menghindari plagiarisme, terlebih dahulu kita ketahui apa saja contoh dari plagiarisme itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. Copy paste (copas) tulisan/artikel/posting milik orang lain yang diperoleh dari internet tanpa mencantumkan nama pemilik karya cipta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Mengganti nama pemilik karya tulis dengan nama sendiri atau nama lain dalam tulisan yang disalin/disitasi.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;3. Menyalin sama persis tulisan orang lain dalam tulisan yang kita buat, tanpa ada sedikitpun perbedaan kata.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;4. Menggunakan ide milik orang lain berupa gambar, foto, video, audio, grafik, tabel&amp;nbsp; dan sebagainya tanpa mencantumkan sumber aslinya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;5. Menuliskan hasil penelitian orang lain dengan menggunakan kalimat sendiri tanpa mencantumkan sumber atau nama pemilik karya/hasil penelitian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;6. Membeli hasil karya orang lain kemudian menyebarluaskan hasil karya tersebut atas nama pribadi&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;7. Mengubah hasil karya orang lain berupa tulisan tanpa seizin dari pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;8. Dan masih banyak lagi contoh pencurian hak kekayaan intelektual orang lain berupa tulisan lainnya, yang tidak mencantumkan nama pemilik sahnya untuk kemudian disebar luaskan kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sedangkan hal-hal tidak memerlukan sitasi diantaranya adalah sebagai berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Pengetahuan umum, yaitu pengetahuan yang sudah diketahui secara luas oleh masyarakat dan dapat ditemukan dalam banyak sumber, tanpa harus didahului dengan suatu penelitian.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Tanggal bersejarah, yaitu informasi yang diketahui sebagai informasi umum oleh masyarakat luas sebagai hari bersejarah.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Teori dan argumen yang dikenal secara umum, yang menjadi perbincangan masyrakat luas, sehingga tidak dapat diklaim sebagai milik pihak tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Peribahasa yang umum, dimana peribahasa ini telah dikenal sejak lama sehingga tidak diketahui siapa yang menciptakan.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sumber: English Club.com&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sekalipun penegakan hukum terhadap pelanggaran di atas masih belum serius digalakkan di Indonesia, yang membuat aksi plagiarisme masih terus berkembang pesat, namun sudah ada peraturan terkait dengan tindak pidana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berdasarkan UU No.20/2003, sanksi atas tindakan plagiarisme adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya (pasal 25 ayat 2)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sumber: Yayasan Rumah Ilmu Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hukuman di atas merupakan hukuman riil/nyata yang akan diterima oleh pelaku plagiarsime berdasarkan norma hukum. Padahal tindakan plagiarisme tidak hanya melanggar nilai-nilai hukum, melainkan juga nilai sosial masyrakat. Pelaku yang ketahuan melakukan tindakan plagiarisme juga akan mendapatkan hukuman dari llingkungan sekitarnya, misalnya dicap negatif buruk sebagai penjiplak oleh dosen/guru/atasannya karena hasil karyanya bukan murni buah hasil pemikirannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana Menghindari Plagiarisme?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setelah mengetahui apa itu plagiat beserta contoh-contoh dan sanksi atas pelanggaran tersebut, tidak ada alasan lagi buat kita semua untuk tidak tahu menahu mengenai langkah-langkah menghindari tindakan plagiarisme. Disini saya akan membagikan sedikit tips untuk menghindari perbuatan yang melanggar hukum tersebut. Sebenarnya ada banyak cara dalam melakukan sitasi untuk menghindari sitasi, di antaranya dengan menggunakan sistem Modern Language Association, yang digunakan di luar negeri, sedangkan di Indonesia kita dapat menggunakan metode yang biasa kita dapatkan dalam Bahasa Indonesia, yaitu tentang teknik melakukan sitasi. Dan berikut ini cara melakukan sitasi secara umum.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. Membuat kutipan langsung, yaitu dengan cara menyalin kalimat, frase, atau salah stu bagian dari teks secara langsung dengan kata-kata yang sama persis disertai dengan tanda petik. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kalimat yang kita salin tidak boleh terlalu banyak, cukup berupa ringkasannya saja, untuk kemudian dijelaskan dengan menggunakan kalimat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Membuat Parafrase Teks, yaitu menuliskan kembali bagian dari teks dari sumber yang akan kita masukan dalam karya tulis kita, namun ditulis dengan kata-kata sendiri, selanjutnya cantumkan nama pengarang/pemilik ide yang kita gunakan. Yang perlu diperhatikan dalam prafrase ini adalah tidak boleh adanya sedikitpun persamaan kata antara sumber dengan tulisan kita, namun apa yang kita tuliskan harus tetap memiliki makan yang sama dengan sumber aslinya. Untuk itu perlu dilakukan pemahaman terhadap sumber yang akan disitasi dengan cara membaca sumber tersebut berulang-ulang sehingga kita dapat mengerti maknanya dan dapat menuliskannya dengan kalimat/kata kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam menghindari plagiarisme adalah dengan membuat sitasi, atau penulisan sumber yang&amp;nbsp; digunakan dalam karya tulis kita. Sitasi tersebut dibagi menjadi dua macam, yang keduanya saling berkaitan satu sama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;1. Sitasi dalam Teks&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencantumkan nama pemilik ide, teori, pendapat orang lain langsung dalam teks yang kita tulis dimana buah pikiran berupa ide, pendapat, ataupun teori orang lain tersebut kita gunakan. Pencantuman dilakukan dengan berbagai macam cara seprti menuliskan nama lengkap, tahun dari sumber tersebut, serta halamannya, ataupun dengan metode lain seperti hanya mencantumkan nama belakang serta halamannya saja. Apabila sitasi yang yang kita lakukan berasal dari sumber di dunia maya (website ataupun blog), dapat dilakukan dengan mencantumkan nama pencipta jika ada, disertai dengan alamt lengkap (link) dari sumber tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pencantuman sumber dari karya cipta yang kita gunakan dapat dilakukan di akhir karya tulis berupa daftar pustaka, dengan menuliskan secara detail sumber yang kita gunakan dalam sitasi. Untuk teknisnya kurang lebih hampir sama dengan sitasi langsung dalam teks, hanya saja sumber dituliskan lebih detail, meliputi nama pengarang, tahun penulisan, judul karya tulis, penerbit serta lokasi penerbitannya jika karya tulis tersebut berupa cetakan (print out)&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sedikit tulisan di atas sekiranya dapat membuka pengetahuan ktia lebih luas, meskipun sudah banyak teman-teman yang memperoleh pengetahuan ini lebih dahulu. Bagi penulis sendiri, ringkasan di atas tentu menjadi pelajaran untuk menghasilkan karya tulis yang lebih baik di masa yang akan datang. Harapan saya, semoga informasi ini berguna bagi semua pembaca, mengingat akan pentingnya pengetahuan mengenai plagirisme dalam karya tulis ini di tengah maraknya pembajakan Hak Kekayaan Intelektual di negara ini. Semoga kita semua bisa saling menghargai hasil pemikiran milik oang lain, dan berusaha semampu kita untuk menghasilkan karya-karya baru yang juga bermafaat bagi orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;i style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sumber: http://dewanmahasiswa.wordpress.com&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-8567382448058748767?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/8567382448058748767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/04/menghindari-plagiarisme-dalam-karya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8567382448058748767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8567382448058748767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/04/menghindari-plagiarisme-dalam-karya.html' title='Menghindari Plagiarisme Dalam Karya Tulis'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S80B7AZm_nI/AAAAAAAAAUw/z1oJ3fk2SHM/s72-c/PLAGIARISM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-7327435827544824033</id><published>2010-04-17T17:53:00.000+07:00</published><updated>2010-04-17T17:53:08.855+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SpringerLink'/><title type='text'>Tentang SpringerLink</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S8mSi71u7dI/AAAAAAAAAUE/bHHFjJ87pyg/s1600/springerlink_basic_4c.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S8mSi71u7dI/AAAAAAAAAUE/bHHFjJ87pyg/s320/springerlink_basic_4c.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;SpringerLink adalah sebuah basis data full teks yang terintegrasi untuk jurnal dan buku yang diterbitkan oleh Springer. SpringerLink saat ini menawarkan lebih dari 1.250 jurnal peer-review secara penuh dan lebih dari 10.000 buku secara online. Informasi umum dan rinci tentang jurnal, buku, dan perangkat lunak kami tersedia pada website perusahaan kami www.springer.com.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;SpringerLink menawarkan akses gratis untuk mencari, tabel isi, abstrak, dan layanan peringatan. Kemungkinan besar anda memiliki akses full teks ke artikel yang dipublikasikan dalam jurnal yang menarik perhatian anda melalui lembaga pendidikan anda yang berlangganan atau menjadi anggota konsorsium. Pelanggan personal mendapat manfaat dari akses online dikombinasikan dengan layanan langganan. Anda dapat menemukan banyak informasi lebih lanjut tentang jurnal baru, ebooks, lisensi pilihan, dan lain-lain di www.springer.com/librarians&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-7327435827544824033?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/7327435827544824033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/04/tentang-springerlink.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7327435827544824033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7327435827544824033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/04/tentang-springerlink.html' title='Tentang SpringerLink'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S8mSi71u7dI/AAAAAAAAAUE/bHHFjJ87pyg/s72-c/springerlink_basic_4c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-1071691831348836050</id><published>2010-03-25T19:54:00.001+07:00</published><updated>2010-03-25T19:54:31.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elsevier'/><title type='text'>Tentang Elsevier</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAMIX%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S6tcEpVttNI/AAAAAAAAATs/BPkcEWRug20/s1600/elsevier.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S6tcEpVttNI/AAAAAAAAATs/BPkcEWRug20/s320/elsevier.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Elsevier menerbitkan literatur medis dan ilmiah. Ini merupakan bagian dari kelompok Reed Elsevier. Berbasis di Amsterdam, perusahaan ini telah beroperasi di Inggris Raya, Amerika Serikat dan di tempat lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Elsevier mengambil namanya dari rumah penerbitan Belanda, tetapi yang tidak memiliki hubungan dengan perusahaan yang sekarang. Elzevir keluarga yang beroperasi sebagai pedagang buku dan penerbit di Belanda. Pendirinya, Lodewijk Elzevir, (1542-1617) tinggal di Leiden dan didirikan pada tahun 1580 bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Perusahaan ini didirikan pada tahun 1880. Produk terkemuka termasuk jurnal termasuk The Lancet dan Cell, buku-buku seperti Gray's Anatomy, yang ScienceDirect koleksi jurnal elektronik, serta Tren seri, dan seri Opini ini. Elsevier baru-baru ini meluncurkan database online kutipan Scopus dan perangkat kolaborasi peneliti bebas collab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Elsevier menerbitkan artikel 250.000 setahun pada tahun 2000 jurnal. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Arsipnya berisi tujuh juta publikasi. Total tahunan unduhan jumlah 240 juta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pendapatan, Elsevier account untuk 28% dari kelompok Reed Elsevier (1.5b ₤ 5,4 miliar pada tahun 2006). &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam laba operasi, itu merupakan bagian yang lebih besar dari 44% (₤ 395 dari 880 juta). Disesuaikan laba operasi meningkat sebesar 10% antara 2005 dan 2006.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-1071691831348836050?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/1071691831348836050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/03/tentang-elsevier_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/1071691831348836050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/1071691831348836050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/03/tentang-elsevier_25.html' title='Tentang Elsevier'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S6tcEpVttNI/AAAAAAAAATs/BPkcEWRug20/s72-c/elsevier.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2458906096211391728</id><published>2010-03-01T19:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T19:56:37.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ScienceDirect'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang ScienceDirect</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4u5Vnda2aI/AAAAAAAAARs/cHMKMfXVWP0/s1600-h/sciencedirect.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4u5Vnda2aI/AAAAAAAAARs/cHMKMfXVWP0/s320/sciencedirect.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;ScienceDirect adalah database ilmiah full-text terkemuka yang menawarkan buku, artikel, dan jurnal. Database ini memuat 2.500 peer-review jurnal dan lebih dari 11.000 buku. Saat ini ada lebih dari 9,5 juta artikel sebagai dasar konten yang terus bertambah 0,5 juta per tahun.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Platform canggih menawarkan fungsi pencarian yang memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan efektivitas proses penemuan pengetahuan mereka. Alat-alat baru memfasilitasi alur kerja riset seperti akses ke konten di awal panggung dan efisien publikasi dokumen multiple men-download konten yang dapat disimpan, dicetak dan diberikan kepada rekan-rekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lingkungan web menawarkan cara baru untuk menyajikan informasi serta meningkatkan dengan sumber-sumber materi lain yang didasarkan pada teknologi semantik, misalnya, NextBio. Selain itu, sejak tahun 2003, banyak penulis telah mengirimkan nilai tambah ekstra isi yang berhubungan dengan penelitian, seperti file audio dan video, dataset dan konten tambahan lainnya, secara efektif mempercepat penelitian di luar mencetak.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;ScienceDirect adalah bagian dari Elsevier. Berkantor pusat di Amsterdam, Belanda, perusahaan terbesar di dunia ilmiah, teknis dan penyedia informasi medis dan menerbitkan lebih dari 2.000 jurnal serta buku-buku dan database sekunder.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Elsevier adalah anggota kelompok Reed Elsevier plc, sebuah penerbit terkemuka di dunia dan penyedia informasi. Beroperasi di ilmiah, hukum dan sektor usaha bisnis, Reed Elsevier menyediakan berkualitas tinggi dan fleksibel informasi solusi untuk pengguna profesional, dengan meningkatkan penekanan pada Internet sebagai sarana pengiriman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2458906096211391728?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2458906096211391728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/03/tentang-sciencedirect.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2458906096211391728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2458906096211391728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/03/tentang-sciencedirect.html' title='Tentang ScienceDirect'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4u5Vnda2aI/AAAAAAAAARs/cHMKMfXVWP0/s72-c/sciencedirect.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-38726006146310360</id><published>2010-02-23T07:58:00.000+07:00</published><updated>2010-02-23T07:58:43.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ProQuest'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang ProQuest</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4MoDN28HBI/AAAAAAAAAQc/ty2e3pf6oIs/s1600-h/proquest_logo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4MoDN28HBI/AAAAAAAAAQc/ty2e3pf6oIs/s320/proquest_logo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;ProQuest menciptakan penelitian yang sangat diperlukan sebagai solusi untuk menghubungkan masyarakat dan informasi. ProQuest menciptakan sumber-sumber informasi khusus dan teknologi yang berhasil mendorong penelitian, penemuan, dan pembelajaran seumur hidup. ProQuest merupakan pemimpin global dalam perpustakaan yang memberikan semua jenis layanan. ProQuest menawarkan keahlian disegani seperti merek CSA™, UMI®, Chadwyck-Healey™, SIRS®, dan eLibrary®. Dengan Solusi Serials®, Ulrich™, RefWorks®, COS™, Dialog® dan sekarang Bowker® sebagai bagian dari merek ProQuest. Perusahaan ini mendukung informasi yang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui penemuan solusi yang inovatif pada kekuatan bisnis buku dan pengalaman riset yang terbaik.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lebih dari sekedar penyedia konten atau agregator, ProQuest adalah mitra informasi, menciptakan penelitian yang sangat diperlukan sebagai solusi untuk menghubungkan masyarakat dan informasi. Melalui sejumlah terobosan, penemuan yang berpusat pada pengguna teknologi, ProQuest menawarkan miliaran halaman konten global yang mencakup sejarah surat kabar, disertasi, dan sumber daya yang relevan secara unik bagi para peneliti dari berbagai usia dan kecanggihan-termasuk konten yang tidak mungkin didigitalisasi oleh&amp;nbsp; layanan lain. Terinspirasi oleh para pelanggan dan pengguna akhir mereka, ProQuest bekerja menuju masa depan yang menyatu dengan aksesibilitas informasi masyarakat untuk lebih meningkatkan pembelajaran dan mendorong pengayaan seumur hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-38726006146310360?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/38726006146310360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-proquest.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/38726006146310360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/38726006146310360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-proquest.html' title='Tentang ProQuest'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S4MoDN28HBI/AAAAAAAAAQc/ty2e3pf6oIs/s72-c/proquest_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-7472188972722193288</id><published>2010-02-18T08:45:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T10:09:32.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><title type='text'>Kriteria Jurnal Ilmiah International</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Banyak orang mengira bahwa setiap jurnal asing adalah jurnal internasional. Ternyata, anggapan tersebut kurang tepat, dengan bahasa yang lebih lugas: “pendapat tersebut ternyata salah”. Tidak semua jurnal terbitan luar negeri secara otomatis disebut jurnal internasional.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Agar jurnal ilmiah mendapat predikat jurnal ilmiah internasional, banyak kriteria yang harus dipenuhi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) RI menetapkan kriteria umum jurnal internasional, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;2. Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang diterima cepat terbit (rapid review) dan ada keteraturan terbit&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;3. Jurnal berkualitas (prestige), bisa dilihat dari daftar penelaah naskahnya dan Editorial Board-nya yaitu pakar di bidangnya dalam dan luar negeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;4. Dibaca oleh banyak orang di bidangnya, bisa dilihat dari distribusi/peredarannya (circulation).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;5. Menjadi acuan bagi banyak peneliti (citation).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;6. Tercantum dalam Current Content dan sejenisnya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;7. Artikel yang dimuat berkualitas, bisa dilihat dari kemutakhiran topik dan daftar acuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;8. Penyumbang artikel/naskah berasal dari banyak negara&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;9. Penelaah berasal dari banyak negara yang terkemuka di bidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;10. Menawarkan off-prints/reprints.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;11. Terbit teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;12. Penerbitan jurnal tidak terkendala oleh dana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;13. Bukan jurnal Jurusan, Fakultas, Universitas atau Lembaga yang mencerminkan derajat kelokalan. Seyogyanya diterbitkan oleh himpunan profesi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;14. Memberi kesempatan penulis artikel membaca contoh cetak&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;15. Artikel yang dominan (kalau bisa &amp;gt;80%), berupa artikel orisinil (hasil penelitian), bukan sekadar review atau ulasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;16. Kadar sumber acuan primer &amp;gt;80%, derajat kemutakhiran acuan &amp;gt;80%.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;17. Tersedia Indeks di setiap volume.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;18. Ketersediaan naskah tidak menjadi masalah. Angka penolakan &amp;gt;60%&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;19. Mempertimbangkan Impact Factor.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-7472188972722193288?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/7472188972722193288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/kriteria-jurnal-ilmiah-international.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7472188972722193288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7472188972722193288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/kriteria-jurnal-ilmiah-international.html' title='Kriteria Jurnal Ilmiah International'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-9117760163257534175</id><published>2010-02-13T19:57:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T10:07:44.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ingenta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang Ingenta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S3ahW5QXX_I/AAAAAAAAAM0/-S90lpw6rjM/s1600-h/ingenta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S3ahW5QXX_I/AAAAAAAAAM0/-S90lpw6rjM/s320/ingenta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Didirikan pada Mei 1998, Ingenta adalah penyedia teknologi dan jasa untuk industri penerbitan dan informasi. Awalnya bergerak dalam bidang akademik dan penelitian, kemudian melebarkan jangkauan operasinya untuk memasuki bentuk-bentuk lain dari penerbitan online, terutama dalam komunitas bisnis dan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ingenta memiliki kantor di Oxford dan Bath di Inggris, dan di Somerset, NJ dan Cambridge, MA di AS, dan menjadi perusahaan publik di Inggris pada Mei 2000. Sejak Februari 2007 merger dengan VISTA International, perusahaan telah menjadi sebuah divisi dari Teknologi Publishing plc, yang terdaftar di pasar AIM London Stock Exchange.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ingenta suite menyediakan layanan yang komprehensif untuk penerbit dalam semua jenis konten, termasuk konversi data, hosting online yang aman, kontrol akses, distribusi serta layanan pemasaran informasi dan sistem perdagangan. Untuk pengguna konten, pustakawan dan informasi profesional, konten Ingenta online menawarkan akses dan layanan akuisisi yang komprehensif.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Perusahaan terus berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, serta memelihara sebuah tim teknis pilihan dan pemikiran strategis untuk memastikan Ingenta tetap di garis terdepan. Banyak perlengkapan dan aplikasi Ingenta yang unik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ingenta bertujuan untuk menjadi penyedia pilihan untuk semua aktivitas penerbitan online dengan menyediakan layanan yang tak tertandingi baik secara teknis maupun dalam kemudahan penggunaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-9117760163257534175?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/9117760163257534175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-ingenta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/9117760163257534175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/9117760163257534175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-ingenta.html' title='Tentang Ingenta'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S3ahW5QXX_I/AAAAAAAAAM0/-S90lpw6rjM/s72-c/ingenta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-5017335019421118711</id><published>2010-02-13T14:59:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T10:01:28.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><title type='text'>Teknik Memahami Paper Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAMIX%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya sedang dapat tugas dari dosen untuk membaca banyak paper ilmiah. Katanya penting untuk membangun landasan teori dari penelitian yang saya lakukan. Tapi pusing setengah mati mas, ga paham-paham. Mas Romi bisa ajari saya nggak, teknik membaca paper ilmiah dengan baik, supaya cepat paham? Thanks. (Anto, ITS Surabaya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Musim mengerjakan tugas akhir, artinya musim membaca makalah alias paper ilmiah alias scientific paper. Banyak yang beranggapan bahwa konsentrasi membaca paper ilmiah adalah pada aspek teknis (technical aspect). Padahal ngotot fokus ke aspek teknis dari paper ilmiah akan membuat kita pusing, puyeng, mual, ngantuk, dan ga ngerti juntrungnya. Meskipun ada juga mahasiswa yang nekat memahami satu paper ilmiah sampai perlu waktu berbulan-bulan. Padahal sebenarnya kekuatan paper ilmiah bukan hanya dilihat dari aspek teknis. Nah lho, terus di bagian mana sebaiknya kita konsentrasi membaca sebuah paper ilmiah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada hakekatnya ada empat hal utama yang perlu kita pahami dari sebuah paper ilmiah, khususnya paper di bidang computing (computer science). Empat hal utama tersebut adalah masalah penelitian, kontribusi (solusi), substansi dan kesimpulan. Kita tidak perlu langsung masuk ke substansi alias aspek teknis yang bikin pening kepala.&amp;nbsp; Bahkan ketika kita menemukan bahwa masalah penelitian tidak berkualitas, maka kita tidak perlu melanjutkan lagi membaca paper tersebut. Bahasa mahasiswa kasmaran-nya, lupakan aku kembali padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kembali ke masalah memahami paper, empat hal utama tersebut kalau dijabarkan adalah seperti di bawah. Penjabaran saya rangkumkan dari tulisan menarik dari Philip W. L. Fong, Amanda Stent, dan William G. Griswold (paper lengkap ada di referensi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Pahami Masalah Penelitian:&amp;nbsp; Pahami, sebenarnya masalah penelitian apa yang sedang dibidik oleh paper tersebut.&amp;nbsp; Pertanyaan lain untuk mengecek masalah penelitian di paper adalah seperti tertulis di bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apa motivasi&amp;nbsp; mengerjakan penelitian itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah ada hal penting (kritis) dalam bidang yang digarap yang ingin diselesaikan oleh paper tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah penelitian bertujuan untuk mengatasi kelemahan dari pendekatan yang ada?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah masalah&amp;nbsp; penelitian cukup menantang atau unik?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2. Pahami Kontribusi: Pahami, dari masalah penelitian yang dibidik, kontribusi seperti apa yang diklaim oleh penulis di paper ilmiah. Pertanyaan lain untuk mengecek kontribusi penelitian di paper adalah seperti tertulis di bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apa yang baru dan orisinil di paper itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah pemahaman baru dari masalah penelitian yang diangkat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah metodologi baru untuk memecahkan masalah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah algoritma baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah sistem atau tool software baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah metode eksperimen baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah teknik pembuktian baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Adakah notasi atau formalisme baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah termasuk bidang penelitian baru?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3. Pahami Substansi: Pahami, substansi dari kontribusi atau solusi seperti apa yang diklaim oleh peneliti bahwa itu hasil karyanya? Pertanyaan lain untuk mengecek substansi penelitian di paper adalah seperti tertulis di bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Metodologi apa yang digunakan untuk memperkuat klaim?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apa argumentasi dan teori utama dari paper?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah telah dilakukan eksperimen, analisa data, simulasi, benchmark, studi kasus, dan contoh implementasi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah klaim kontribusi telah dibuktikan secara ilmiah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4. Pahami Kesimpulan: Pahami, bagaimana kesimpulan penelitian yang ditarik oleh peneliti lewat papernya? Pertanyaan lain untuk mengecek kesimpulan penelitian di paper adalah seperti tertulis di bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apa yang bisa kita pelajari dan dapatkan dari paper tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah standard practice dari bidang ilmu berubah karena adanya penemuan baru di paper ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;* Apakah hasilnya bisa digeneralisasi dan diaplikasikan ke bidang yang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lebih maknyus lagi bila setelah memahami empat hal diatas, masalah penelitian, kontribusi, substansi, dan kesimpulan, kita masukkan ke dalam Kerangka Pemikiran yang sudah saya jelaskan sebelum tulisan ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayo mulai baca lagi, kalau satu kali baca masih nggak paham, ya ulangi lagi dan ulangi lagi sampai kita bisa benar-benar paham.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tetap dalam perdjoeangan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;www.RomiSatrioWahono.net &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-5017335019421118711?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/5017335019421118711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/teknik-memahami-paper-ilmiah_13.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5017335019421118711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5017335019421118711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/teknik-memahami-paper-ilmiah_13.html' title='Teknik Memahami Paper Ilmiah'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2781800241624509032</id><published>2010-02-08T08:31:00.012+07:00</published><updated>2010-02-19T10:04:42.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IEEE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang IEEE Xplore</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S29t8_kQFvI/AAAAAAAAAKY/KTxHH_2nXrI/s1600-h/IEEE_R.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435684169882539762" src="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S29t8_kQFvI/AAAAAAAAAKY/KTxHH_2nXrI/s200/IEEE_R.jpg" style="float: left; height: 75px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt; IEEE Xplore&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; adalah sebuah perpustakaan digital yang memberikan akses full teks terhadap literatur teknis dengan kualitas terbaik di duni dunia pada bidang teknik elektro, ilmu komputer, dan elektronik. Database &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;IEEE Xplore&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; berisi paper full teks dari jurnal IEEE, transaksi, majalah, buletin, konferensi, pernyataan standar, dan publikasi IET (&lt;i&gt;Institution of Engineering and Technology&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2781800241624509032?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2781800241624509032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tantang-ieee-xplore.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2781800241624509032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2781800241624509032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tantang-ieee-xplore.html' title='Tentang IEEE Xplore'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S29t8_kQFvI/AAAAAAAAAKY/KTxHH_2nXrI/s72-c/IEEE_R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-6995161450855710272</id><published>2010-02-06T09:43:00.007+07:00</published><updated>2010-02-19T10:06:05.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelitian'/><title type='text'>Artikel Ilmiah Indonesia: Refleksi Penelitian di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada negara-negara yang telah mengalami kemajuan Iptek, paper ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional merupakan salah satu ukuran penting untuk mengukur kualitas penelitian. Di beberapa negara maju seperti Jepang, Inggris dan Amerika, jumlah dan kualitas paper ilmiah yang dipublaksikan tersebut bahkan dijadikan salah satu ukuran untuk menentukan berapa besar dana penelitian yang akan diberikan pada laboratorium tersebut. Paper ilmiah dianggap cukup mewakili penilaian kualitas penelitian, mengingat paper tersebut akan diuji oleh para peneliti yang berkompeten di bidangnya sebelum dinyatakan layak untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Majalah ternama ilmu pengetahuan Nature terbitan 21 Juli 2005 memuat sebuah artikel menarik tentang perkembangan penelitian yang sangat pesat dari negara-negara di Asia. Data tersebut melaporkan pesatnya pertumbuhan publikasi ilmiah yang ditunjukkan oleh negara di Asia Pasific pada tahun 2004 yang mencapai 25% dari total paper ilmiah yang terbit di seluruh dunia. Jumlah ini jauh meningkat dari tahun 1990 yang hanya sebesar 16%. Meskipun jumlah tersebut masih dibawah Eropa yang mempublikasikan paper sebanyak 38% dan Amerika Serikat sebesar 33% dari total paper ilmiah di dunia, pertumbuhan yang pesat dari negara-negara di Asia pasific merupakan “ancaman” baru bagi Eropa dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Analisis dari National Science Foundation (NSF), sebuah lembaga ilmu pengetahuan bergengsi milik pemerintah Amerika, menyatakan bahwa jumlah peper ilmiah yang dihasilkan oleh Amerika cenderung tetap dari tahun ke tahun dalam dekade terakhir ini, sedangkan negara-negara lain mengalami peningkatan. NSF menyatakan bahwa Cina, Korea Selatan, Singapore, dan Taiwan memiliki pertumbuhan yang paling tinggi dianatara negara-negara Asia lainnya, di samping Jepang yang memang sudah sejak lama memiliki tradisi kuat mempublikasikan paper ilmiah. NSF mencatat pertumbuhan publikasi hasil riset di Cina antara tahun 1998 sampai 2001 mencapai lima kali, Singapura dan Taiwan enam kali, dan Korea Selatan bahkan mencapai 14 kali. Sementara itu Amerika Serikat hanya mencapai 1.1 kalinya dan eropa 1.6, sementara total pertumbuhan di dunia sebesar 1.4 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kondisi pertumbuhan penelitian yang pesat ini membuat “kekhawatiran” di kalangan peneliti di Eropa bahwa kiblat ilmu pengetahuan akan berpindah ke benua Asia. Komisi Uni Eropa bahkan menyatakan sangat mungkin bagi Eropa untuk gagal memenuhi tujuan-tujuan pengembangan risetnya dengan pertumbuhan seperti ini. Van Bubnoff dalam artikel di majalah Nature bahkan menyatakan jika pertumbuhan riset di negara-negara Asia tetap seperti ini, dalam enam sampai tujuh tahun ke depan diyakini posisi Amerika di tempat kedua akan mampu digeser oleh Asia dalam jumlah publikasi paper ilmiah. Meskipun secara umum kualitas paper ilmiah Asia masih mungkin berada di bawah negara Eropa dan Amerika, kondisi pertumbuhan seperti ini dianggap mampu merangsang dan menciptakan kondisi kondusif bagi peneliti di negara-negara Asia Pasific untuk makin meningkatkan kualitas paper ilmiahnya. Dan bukannya tidak mungkin sedikit demi sedikit kualitas paper ilmiah dari negara Asia pun akan bisa mengungguli hasil riset dari Eropa dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana dengan Indonesia ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di tengah kebangkitan negara Asia yang lainnya, yang disebut oleh Nature sebagai paper tigers atau macannya paper ilmiah, prestasi paper ilmiah di Indonesia bisa dikatakan masih memprihatinkan. Sebuah lembaga ilmiah Thomson Scientific yang brbasis di Philadelphia Amerika secara berkala mengeluarkan data paper ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional. Dari data tersebut didapatkan bahwa jumlah paper ilmiah yang berhasil di publikasikan selama tahun 2004 oleh peneliti di Indonesia (yang berafiliasi dengan lembaga penelitian atau universitas di Indonesia) berjumlah 522 paper ilmiah. Jumlah ini hanya sekitar 1/3 dari paper ilmiah yang hasilkan oleh negara tetangga Malayisa yang berjumlah 1438.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara negara ASEAN Indonesia menduduki peringkat keempat di bawah Singapore dengan 5781 paper, Thailand yang memiliki 2397 paper dan Malaysia. Sementara jika dibandingkan negara-negara maju di Asia jumlah paper Indonesia jelas sangat tertinggal di mana Jepang memiliki 83484 paper, Cina 57740 paper, Korea 24477 paper, dan India 23336 paper. Jumlah dari Indonesia juga hampir sama dengan paper ilmiah dari Vietnam yang memiliki 453 paper selama tahun 2004 tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kita lihat dari pertumbuhan jumlah paper antara tahun 1990 dan 2004, Indonesia yang pertumbuhan paper ilmiahnya 2.67 ternyata memiliki pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura (7), Thailand (4.81), Malaysia (3.89) Singapura (7) dan bahkan Vietnam (3.84). Negara kita hanya menang jika dibandingkan Philipina dan Brunei yang memang sangat sedikit jumlah paper ilmiahnya, yaitu dibawah 50 paper.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kondisi di atas setidaknya bisa merefleksikan bagaimana kondisi penelitian di Indonesia jika dibandingkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan di dunia. Adalah realitas bahwa negara kita masih sangat lemah dari sisi pengembangan IPTEK bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara di tetangga. Ada beberapa hal yang menurut penulis perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan dunia penelitian di Indonesia, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, menghidupkan pertemuan ilmiah. Di negara maju seperti Jepang, pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh komunitas ilmiah merupakan hal yang sangat lumrah bahkan bagi mahasiswa S1 dan S2 sekalipun. Selain dapat merangsang semangat meneliti, pertemuan ilmiah oleh komunitas ilmu tertentu akan dapat membantu mahasiswa dan peneliti mengetahui perkembangan terbaru dari riset di bidangnya. Selain itu pertemuan ilmiah yang juga menjadi ajang yang sangat penting untuk terbangunnya kerja sama antar laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, mendorong terjadinya sinergi antar laboratorium. Adalah hal yang kita ketahui bersama bahwa pendanaan merupakan kendala terbesar bagi kemajuan riset di Indonesia. Dengan adanya keterbatasan tersebut, selayaknya dilakukan kerjasama dari dua atau bahkan beberapa laboratorium untuk mengatasi keterbatasan yang ada. Kerja sama antar laboratoirum juga akan mampu menekan penelitian yang berulang yang sebenrnya telah dilakukan oleh salah satu laboratorium.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, mengembangkan jurnal-jurnal ilmiah di tanah air. Saat ini sebenarnya sudah ada beberapa jurnal ilmiah yang dikelola oleh komunitas ilmiah. Meskipun begitu praktis gaungnya tidak terlalu hidup kecuali sebatas pengurus komunitas ilmiahnya, disamping masalah pendanaan yang tidak jarang membuat sebuah jurnal ilmiah kemudian mati suri. Padahal keberadaan sebuah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala merupakan parameter keberadaan riset pada bidang tersebut. Jurnal ilmiah ini juga bisa menjadi wahana saling bertukar informasi yang efektif pada sebuah bidang ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menghidupkan jurnal ilmiah akan menjadi satu jalan penting untuk kebangkitan IPTEK di Indonesia. Berbagai cara sebenarnya bisa dilakukan untuk mewujudkan hal ini mulai dari dimasukkannya poin penilaian secara khusus bagi peneliti yang mampu mempublikasikan paper di jurnal ilmiah, menjadikan syarat publikasi di jurnal untuk mendapatkan grant ataupun setelah grant penelitian selesai, syarat kelulusan studi S2 dan S3. Pengeloaan jurnal ilmiah secara elektronik melalui internet juga perlu dilakukan untuk mengatasi kendala biaya penerbitan. Di beberapa negara maju syarat seperti di atas ditetapkan kepada mahasiswa selain untuk menambah wawasan mahasiswa tersebut akan bidang yang ditelitinya, juga untuk mengetahui sejauh mana penilaian terhadap hasil penelitiannya dari peneliti lain melalui referee (penguji) dari jurnal ilmiah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keempat, membuat prioritas penelitian. Meskipun dalam rencana strategis IPTEKNAS sudah diletakkan beberapa prioritas pokok Iptek yang akan dikembangkan di Indonesia, tetapi tetap saja arah penelitian yang berkembang baik di universitas maupun di lembaga penelitian belum mampu menciptakan sebuah trade mark tersendiri apa yang menjadi kompetensi bangsa Indonesia. Berbeda dengan Singapura yang meskipun sudah maju dari sisi penelitian, Singapura tetap memiliki prioritas di bidang Bioteknologi, demikian juga dengan Kuba atapun India yang juga fokus pada Bioteknologi selain IT nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masing-masing peneliti di lembaga penelitian di Indonesia kebanyakan hanya bekerja sendiri tanpa adanya sinergi untuk memfokuskan pada satu bidang yang diteliti. Sehingga wajar kalau kita kesulitan ketika meraba ada di mana kompetensi dari sebuah lembaga riset atau sebuah departemen di universitas misalnya. Kondisi ini bisa jadi disebabkan disebabkan karena masih lemahnya arahan pemerintah tentang fokus penelitian. Pemerinah juga masih terkesan memilih dana penelitian bisa tersebar merata ke banyak kelompok peneliti meskipun akhirnya dana yang relatif kecil tersebut tidak cukup produktif untuk menghasilkan sebuah penelitian yang berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikianlah beberapa hal yang diharapkan dapat mendorong kemajuan penelitian di Indonesia. Di samping hal-hal di atas, tugas besar untuk memberikan penghargaan bagi para peneliti juga tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk membangkitkan gairah meneliti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;Brian Yuliarto, Alumni Teknik Fisika ITB, Doktor di The University of Tokyo, dan Sekretaris ISTECS Chapter Japan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-6995161450855710272?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/6995161450855710272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/artikel-ilmiah-indonesia-refleksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6995161450855710272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6995161450855710272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/artikel-ilmiah-indonesia-refleksi.html' title='Artikel Ilmiah Indonesia: Refleksi Penelitian di Indonesia'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-508745080574292657</id><published>2010-02-02T18:20:00.008+07:00</published><updated>2010-02-19T10:11:01.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emerald'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang Emerald</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2gNwFkw0zI/AAAAAAAAAKI/BR0BCmRvgUk/s1600-h/emerald.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433608070203757362" src="http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2gNwFkw0zI/AAAAAAAAAKI/BR0BCmRvgUk/s200/emerald.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 128px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Emerald adalah penerbit terkemuka dunia dalam penelitian manajemen. Penelitian yang baik dalam manajemen harus membantu dunia untuk menjadi terkelola dengan lebih baik. Sebagai penerbit terkemuka di dunia riset bisnis dan manajemen, dengan 200 jurnal dan berbagai serial dan buku-buku dalam manajemen dan bidang terkait, emerald percaya bahwa mereka memiliki peran penting dalam mendorong penelitian yang membantu dunia menjadi dikelola dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Terkelola dengan lebih baik adalah dunia yang bernilai untuk berjuang. Sebuah dunia terkelola lebih baik berarti lebih banyak kesetaraan, rendahnya kemiskinan, pemerintah yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih baik, lebih banyak kekayaan, lebih banyak pendidikan, lebih banyak pengetahuan dan lebih kebijaksanaan. Untuk membuat dunia dikelola dengan lebih baik berarti menjembatani kesenjangan antara dunia penelitian dan dunia aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-508745080574292657?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/508745080574292657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-emerald.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/508745080574292657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/508745080574292657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/02/tentang-emerald.html' title='Tentang Emerald'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2gNwFkw0zI/AAAAAAAAAKI/BR0BCmRvgUk/s72-c/emerald.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2221667847062241549</id><published>2010-01-31T17:09:00.006+07:00</published><updated>2010-02-19T10:01:58.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riset'/><title type='text'>Meriset dengan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini banyak pihak kembali menyuarakan rendahnya produktivitas para peneliti Indonesia. Mulai dari jajaran petinggi universitas hingga Direktorat Pendidikan Tinggi kembali mengeluh kalau peneliti Indonesia malas menulis. Dampaknya adalah rangking dan reputasi universitas-universitas Indonesia di tingkat dunia sulit beranjak ke posisi memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak upaya telah dicoba untuk mengatasi permasalahan. ITB, IPB, dan UI bahkan dengan gencar mencoba mengangkat jurnal-jurnal mereka agar berstatus internasional. Ini tentu selain untuk mewujudkan image yang positif akan PT tersebut, diharapkan akan dapat mendongkrak produktivitas publikasi para penelitinya. Tapi, seperti dituturkan Direktur Riset dan kajian Strategis IPB, Arif Satria, yang dikutip dari media massa, tidak mudah untuk menggolkan sebuah jurnal untuk berstatus internasional. Apalagi, untuk tersenarai dalam sistem pangkalan data jurnal bergengsi seperti ISI, Scopus, dan sabaginya. Namun, pokok persoalan sebenarnya adalah pada diri peneliti sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebuah pengalaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Juni lalu, ketika tengah berlibur bersama keluarga di Bandung, penulis menerima email yang cukup mengangetkan. Penulis diminta segera berangkat ke Bangkok untuk menghadiri malam final Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009 yang diprakarsai oleh Scopus (Asia Pacific Young Scientist Award 2009 by Scopus). Seperti sedia maklum, Scopus merupakan situs pencarian jurnal ilmiah serta indeks citation (kutipan) terbesar di dunia. Scopus dimiliki oleh Elsiever, salah satu publisher jurnal dan buku ilmiah raksasa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget, lantaran keikutsertaan penelitian dalam ajang prestisus itu sebenarnya tak lebih dari sekadar iseng belaka. Seorang karib berkebangsaan Jepang yang penulis tahu betul kualitas serta produktivitas keintelektualannya pernah bercerita bagaimana tingginya level kompetisi ajang ini. Tahun lalu, sang karib tadi juga pernah ikut serta mengadu nasib. Namun, mengutip ceritanya, ''Boro-boro dipanggil ke malam final ....'' Tiga kriteria penilaian yang selalu menjadi patokan Scopus--jumlah dan kualitas karya ilmiah di jurnal dengan reputasi internasional, jumlah kutipan (citation) karya ilmiah kita yang digunakan oleh saintis lain dalam karya mereka, serta dampak sosial (social impact factor) dari karya-karya kita--sungguh tidak mudah. Dua yang pertama, malah begitu objektif karena akan ditentukan sendiri oleh sistem Scopus. Anda tentu tidak mungkin mengarang-ngarang dalam mengisi formulir penyertaan karena semuanya ada dalam pangkalan data mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti namanya, ajang ini diperuntukkan bagi para saintis muda di kawasan Asia Pasifik, yaitu mereka yang berusia di bawah 40 tahun, per April kemaren. Lalu, entah kenapa, tiba-tiba tetap ada keinginan mengisi data peserta yang semua tersedia online. Keinginan untuk mencoba membawa nama bangsa Indonesia. Pas di hari terakhir batas penutupan. Yang diusung hanya catatan riset berupa 40-an karya ilmiah di jurnal bereputasi internasional, 60-an paper yang dipresentasikan di konferensi internasional, puluhan artikel ilmiah populer di berbagai media massa, 20-an anugerah sains di tingkat lokal maupun internasional, beberapa bab buku ilmiah internasional, serta beberapa paten hasil penelitian sebelumnya, yang bagi sebagian orang mungkin bukanlah sesuatu yang terlalu istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata ada rezeki berpihak pada penulis. Nama Indonesia disebutkan, mengundang deru dan haru di sanubari. Kendati penulis mewakili sebuah universitas di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riset dengan nurani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang muncul di pikiran ketika di babak terakhir, ketika salah satu dewan juri, seorang profesor emeritus yang sarat pengalaman, bertanya bagaimana penulis bisa mempunyai catatan publikasi sedemikian dalam umur karier akademis yang belum begitu lama, baru 8 tahun. Tiba-tiba saja penulis menjawab bahwa segala sesuatunya mesti dikerjakan dengan hati. Ini falsafah yang penulis dapat dari Bapak FG Winarno, pembimbing skripsi penulis waktu S1 dulu di IPB, seorang mahaguru yang tetap menjadi panutan hingga kini. Lebih 15 tahun lalu, saat penulis pamitan padanya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya dan memilih karier di jalur akademis. Kata Pak Win waktu itu, bahkan dalam riset sekalipun, semuanya akan menjadi nikmat kalau hati turut berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan hakiki seorang saintis adalah ketika karyanya dimuat di jurnal bergengsi dengan impak faktor (impact factor) tinggi, lalu karyanya digunakan oleh saintis berikutnya sebagai referensi ilmiah, serta tentu saja bermanfaat--baik untuk ilmu pengetahuan itu sendiri maupun secara langsung untuk orang banyak. Jangankan di jurnal ilmiah yang reputable, artikel ilmiah populer yang dimuat di media massa saja, senangnya minta ampun. Penulis masih ingat, 15 tahun dahulu, ketika Pak Win memberi ''bonus'' ketika sebuah artikel ilmiah populer penulis tentang rendang Padang dimuat di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit yang mengeluh bagaimana susahnya untuk menggolkan satu karya ilmiah ke jurnal internasional. Ia mungkin mengambil waktu lebih setahun. Bahkan, setelah menunggu sedemikian lama, kesimpulan akhir kadang-kadang tetap saja mengecewakan--paper Anda tidak layak untuk publikasi. Itu tentu saja belum dihitung dengan lamanya waktu yang dikorbankan untuk melakukan riset untuk menghasilkan data-data untuk publikasi sedemikian. Bisa dimengerti, kalau kemudian banyak pula yang langsung berpatah arang dan memilih jalan mudah dengan publikasi di jurnal kantor sendiri. Apalagi, kalau lingkungan juga tidak menjadikan publikasi di jurnal internasional sebagai sebuah key performance indicator (KPI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sungguh berbeda dengan di negara-negara maju, atau negara-negara berkembang yang berpikiran maju, yang sudah menjadikan kuantitas dan kualitas produk publikasi dari riset sebagai parameter terukur. Negara-negara yang sudah menjadikan publikasi ilmiah di jurnal bergengsi sebagai sebuah KPI serta guidance untuk sang saintis dalam meniti karier. Negara-negara yang sudah membuat aturan kalau di setiap kenaikan pangkat, hal yang ditanya adalah berapa jumlah paper Anda di jurnal dengan impak faktor sekian ke atas. Tidak seperti di beberapa negara berkembang di mana promosi masih saja bisa diraih meskipun hanya mengandalkan makalah seminar di dalam negeri, tanpa adanya jaminan kualitas dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ... seperti berkhayal membayangkan acara televisi di Jepang yang penuh dengan gameshow yang menghibur namun penuh dengan daya inovasi dan kreativitas. Tidak seperti hiburan di televisi kita, yang pagi-siang-malam, hanya mengutarakan gosip murahan atau membuka aib saudaranya sendiri yang tengah berada di ambang perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Irwandi Jaswir (Runner-up Asia Pacific Young Scientist Award 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Republika Online&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2221667847062241549?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2221667847062241549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/meriset-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2221667847062241549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2221667847062241549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/meriset-dengan-hati.html' title='Meriset dengan Hati'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-58218818783496082</id><published>2010-01-30T07:57:00.005+07:00</published><updated>2010-02-19T09:47:48.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Routledge'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang Routledge</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2OIkbsGqmI/AAAAAAAAAKA/hGXc1aoJ7bY/s1600-h/Routledge_bk2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432335735028361826" src="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2OIkbsGqmI/AAAAAAAAAKA/hGXc1aoJ7bY/s200/Routledge_bk2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 56px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Routledge memiliki jejak sejarah  yang panjang dan terhormat sejak 1836, dan mendirikan akademis di abad ke-20 ketika, di bawah Routledge dan Kegan Paul, begitu banyak pemikiran kunci saat itu diterbitkan: Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, Levi -Strauss, Sigmund Freud, Carl Jung, AJP Taylor, Jean-Paul Sartre, Jacques Derrida, Michel Foucault, Maurice Merleau-Ponty, Herbert Marcuse, Karl Popper, Jean Piaget, Simone Weill, Albert Einstein, Erich Fromm, Konrad Lorenz, Emile Durkheim, Theodor Adorno, FA Hayek, Marshall McLuhan , Max Weber, Raymond Williams, Iris Murdoch, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Januari 2005, semua ilmu sosial, seni dan humaniora (SSAH) jurnal yang diterbitkan oleh Taylor &amp;amp; Francis Group telah diterbitkan di bawah terbitan Routledge, menciptakan kehadiran yang kuat dan terpadu di semua bidang subjek SSAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jurnal, tujuan utama adalah untuk memberikan kesadaran dalam akademik, kebijakan dan komunitas bisnis untuk semua SSAH jurnal, apalagi dengan menyajikan satu kesatuan, terintegrasi kehadiran di ribuan konferensi dan pertemuan kami hadir setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kekuatan tradisional Routledge jurnal, dan warisan jejak di mata pelajaran seperti filsafat, sejarah, antropologi, media dan studi budaya, dan sosiologi, kami telah menambahkan SSAH jurnal dan buku-buku dari Carfax, Cass, ban, Swets &amp;amp; Zeitlinger, dan Taylor &amp;amp; Francis jejak. Ini telah membawa momentum baru yang kuat ke seluruh subjek berkisar pada ilmu-ilmu sosial, seni dan humaniora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Routledge disangkal tradisi yang menunjukkan bahwa kita telah penerbit kunci bagi mereka yang, melalui beasiswa, telah berubah arah disiplin ilmu (eksperimental serta arus utama, dan melintasi seluruh spektrum politik dan sosial budaya), tetapi selalu berpikir ke depan dan di pemotongan-tepi pikir akademis. Dengan kehadiran kami yang baru di bawah ini gabungan jejak, kami dapat menunjukkan dengan tegas bahwa kita adalah yang terbesar dan paling sukses ilmu sosial, seni dan humaniora penerbit di dunia yang akan menunjang untuk manfaat besar dari buku-buku dan jurnal Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyediaan baru, inovatif dan produk-produk dan layanan inovatif, yang disampaikan di teknologi canggih, merupakan pusat penerbitan modern Routledge etos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertujuan untuk membangun ini dalam tahun-tahun mendatang dengan gabungan Routledge buku-buku dan jurnal kehadiran. Buku dan bahan-bahan jurnal akan semakin disajikan dan dijual ke pasar perpustakaan terpadu online melalui platform, dan untuk menguntungkan pembaca dan penggunaan sangat penting untuk dapat memiliki satu korban untuk pasar, untuk yang saling menguntungkan dan penguatan buku kami dan jurnal program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Routledge adalah mitra penerbitan jurnal pilihan bagi banyak dunia yang paling bergengsi masyarakat belajar dan asosiasi, seperti: Regional Studies Association; British Educational Research Association; Society for Psychotherapy Research; Eropa Ikatan Akuntan; Communications National Association; Oxfam, dan Australasia Asosiasi Filsafat, untuk menyebutkan beberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Routledge tetap penerbit kunci bagi mereka yang, melalui beasiswa, berusaha untuk mempengaruhi jalannya pikir akademik, melintasi ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Routledge adalah jejak Taylor &amp;amp; Francis Group - sebuah bisnis Informa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-58218818783496082?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/58218818783496082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-routledge.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/58218818783496082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/58218818783496082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-routledge.html' title='Tentang Routledge'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S2OIkbsGqmI/AAAAAAAAAKA/hGXc1aoJ7bY/s72-c/Routledge_bk2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-7712207616071365519</id><published>2010-01-27T08:33:00.009+07:00</published><updated>2010-02-19T09:48:00.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wiley InterScience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tentang Wiley Interscience</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S1-cSVcmjnI/AAAAAAAAAJ4/t_AE6SHV54U/s1600-h/wiley-intersci_logo_hi-res.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431231514440797810" src="http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S1-cSVcmjnI/AAAAAAAAAJ4/t_AE6SHV54U/s200/wiley-intersci_logo_hi-res.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 47px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Wiley Interscience menyediakan akses ke lebih dari 3 juta artikel di 1500 jurnal dan hampir 7.000 Buku Online serta banyak rujukan utama. Layanan ini juga memiliki database industri terkemuka seperti The Cochrane Library, database kimia dan manual Protokol laboratorium yang terkenal. Wiley Interscience adalah salah satu sumber daya premier kelas dunia untuk kegiatan belajar-mengajar dan penelitian lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-7712207616071365519?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/7712207616071365519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-wiley-interscience.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7712207616071365519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7712207616071365519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-wiley-interscience.html' title='Tentang Wiley Interscience'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S1-cSVcmjnI/AAAAAAAAAJ4/t_AE6SHV54U/s72-c/wiley-intersci_logo_hi-res.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-6968219796608470372</id><published>2010-01-25T09:05:00.008+07:00</published><updated>2010-02-19T09:49:03.253+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-Journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EBSCO'/><title type='text'>Tentang Ebsco</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S10B8bufFeI/AAAAAAAAAJo/4naxv_26LaM/s1600-h/ehostPortal.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430498863425197538" src="http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S10B8bufFeI/AAAAAAAAAJo/4naxv_26LaM/s200/ehostPortal.png" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;EBSCO Information Services adalah penyedia layanan terkemuka e-jurnal, e-book, paket langganan, alat manajemen sumber daya elektronik, teks lengkap dan database sekunder, serta layanan terkait untuk semua jenis perpustakaan dan lembaga-lembaga penelitian. Dalam tujuh dekade bisnisnya, EBSCO terus menjalin hubungan dengan lebih dari 81.000 penerbit global. Hubungan posisi unik dengan penerbit ini membuat kami harus merampingkan banyak siklus hidup aspek sumber daya elektronik. EBSCO mampu mempertahankan rating kekuatan keuangan 5A1 dari Dun &amp;amp; Bradstreet, cebuah penghargaan tertinggi yang menggarisbawahi pentingnya untuk terus-menerus menyediakan layanan etis.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-6968219796608470372?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/6968219796608470372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-ebsco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6968219796608470372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6968219796608470372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/tentang-ebsco.html' title='Tentang Ebsco'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/S10B8bufFeI/AAAAAAAAAJo/4naxv_26LaM/s72-c/ehostPortal.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-7501331490800556881</id><published>2010-01-19T11:30:00.005+07:00</published><updated>2010-02-19T09:49:21.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Iptek dan Media Online</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Telah umum diketahui bahwa anggaran untuk mendanai kegiatan iptek di Indonesia relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, maupun dibandingkan dengan negara yang lain. Anggaran iptek tahun 2004 hanya 0.05 persen dari PDB (Rakornas Ristek 2004). Angka ini relatif sangat kecil dibandingkan misalnya dengan negara jiran Malaysia, yang menganggarkan 0.5 persen dari PDB untuk mendorong pertumbuhan iptek di negeri tersebut. Dari dana 0.05 persen PDB ini masih dibagi-bagi untuk pengadaan alat dan bahan, sehingga anggaran untuk pengadaan literatur ilmiah akan jauh lebih kecil lagi. Padahal informasi ilmiah yang antara lain berupa jurnal, proseding seminar, merupakan kebutuhan pokok bagi seorang peneliti di perguruan tinggi maupun industri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peneliti dituntut untuk rajin mengikuti perkembangan teknologi di bidangnya. Sumber utama adalah jurnal ilmiah, yang jumlahnya ribuan dan diterbitkan di berbagai bidang. Akan tetapi akses terhadap literatur ilmiah memiliki keterbatasan. Tidak semua perpustakaan berlangganan jurnal ilmiah dalam versi cetak, yang cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan peneliti. Dalam hal ini keberadaan digital library merupakan solusi yang sangat membantu seorang peneliti untuk menemukan sumber informasi yang diperlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat terbesar dari digital library ini adalah akses tak terbatas terhadap sebuah artikel ilmiah. Artikel yang berada dalam format elektronik tidak pernah out of print, sedangkan artikel yang terbit dalam versi cetak, seringkali terbatas jumlah terbitannya. Digital library yang dapat diakses online membuat akses terhadap artikel ilmiah pun menjadi lebih mudah. Dengan bermodalkan PC yang terhubung ke internet, sebuah artikel terbaru yang diterbitkan di journal The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) di Amerika, misalnya, dapat diperoleh di Indonesia dalam hitungan detik. Dengan kata lain, informasi online akan menghilangkan kendala geografis, yang selama ini merupakan masalah utama dalam mencari sumber ilmiah.Di negara maju, informasi online merupakan sumber penting bagi penelitian. Perpustakaan di perguruan tinggi dan lembaga penelitian biasanya berlangganan jurnal elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan akses informasi yang besar ini ternyata memberikan pengaruh lain. Steve Lawrence melaporkan bahwa artikel yang dimuat online memiliki frekuensi rujukan yang lebih tinggi daripada informasi yang dimuat offline. Penelitian yang dimuat dalam majalah ilmiah terkemuka, Nature tahun 2001 (Vol.411, No.6837, halaman 5221), mengamati frekuensi rujukan terhadap sekitar 120 ribu paper ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan secara offline (versi cetak), maupun yang dapat diakses secara online. Pengamatan yang dilakukan pada publikasi paper ilmiah dalam interval 10 tahun, dari 1989-2000 ini berkesimpulan bahwa paper yang dapat diakses secara online memiliki frekuensi rujukan lebih dari dua kali lipat paper yang tidak dapat diakses secara online. Hal ini berimplikasi, artikel yang dipublikasikan secara online memiliki potensi lebih besar untuk mewarnai perkembangan iptek, karena temuan yang tertulis pada paper tersebut dapat diakses oleh siapa saja. Sebaliknya, sebuah ide yang cemerlang, apabila tidak dapat diakses dengan mudah, akan lebih sedikit mendapat perhatian dari komunitasnya. Sehingga kontribusinya terhadap dunia iptek mungkin kurang dapat dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang melatar belakangi, dewasa ini banyak peneliti yang memuat publikasinya di situs pribadi, agar dapat dibaca oleh peneliti yang lain. Hal semacam ini bertujuan untuk meningkatkan diseminasi literatur iptek, sehingga dapat membuat proses pencarian sumber ilmiah berlangsung lebih mudah dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang kita harapkan akan dapat diwujudkan juga di Indonesia. Dengan membuat sumber ilmiah di Indonesia dapat diakses online, diharapkan berbagai penemuan yang dokumentasinya selama ini tersebar di berbagai publikasi Indonesia, dapat diintegrasikan ke dalam sebuah portal online yang dapat diakses siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting mengingat komunitas Indonesia di dunia maya cukup besar. Menurut penelitian Onno Purbo porsi diskusi keilmuan di internet berada pada kisaran 19 persen dari keseluruhan posting di internet. Angka ini termasuk jumlah yang signifikan, dan menempati peringkat kedua setelah posting yang sifatnya silaturahmi (21.9 persen). Pornografi yang selama ini dikhawatirkan ternyata berada pada prosentase yang lebih kecil, yaitu 12.9 persen. Penelitian Onno yang dimuat di situs ilmukomputer.com ini, memberikan harapan segar bahwa ternyata perhatian masyarakat terhadap perkembangan iptek cukup besar. Sangat disayangkan bila potensi ini dilewatkan begitu saja, dan kurang mendapat suplai informasi ilmiah karena akses yang terbatas. Komunitas yang haus akan informasi iptek ini diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal informasi online yang disediakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-7501331490800556881?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/7501331490800556881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/iptek-dan-media-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7501331490800556881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7501331490800556881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/iptek-dan-media-online.html' title='Iptek dan Media Online'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-8613294104162525693</id><published>2010-01-07T19:05:00.005+07:00</published><updated>2010-02-19T09:51:49.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Literatur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelitian'/><title type='text'>Sumber-Sumber Studi Literatur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Beberapa sumber kepustakaan yang dapat digunakan oleh peneliti diantaranya ialah 1) abstrak hasil penelitian, 2) indeks, 3) review, 4) jurnal 5) buku referensi.&lt;br /&gt;1. Abstrak hasil penelitian merupakan sumber referensi yang berharga karena dalam abstrak biasanya peneliti menuliskan intisari dari penelitian yang meliputi: metode yang digunakan, perumusan masalah, hasil penelitian dan kesimpulan. Dengan membaca abstrak hasil penelitian kita akan mendapatkan gambaran secara keseluruhan tentang penelitian yang sudah dilakukan. Keuntungan utama membaca abstrak ialah kita dapat mempelajari metode yang digunakan oleh peneliti tersebut, sehingga memberikan inspirasi kepada kita untuk menggunakan metode sejenis dalam konteks dan latar yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesa karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi. Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer. Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu. Buku referensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;www.komunitasmahasiswa.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-8613294104162525693?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/8613294104162525693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/sumber-sumber-studi-literatur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8613294104162525693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8613294104162525693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/sumber-sumber-studi-literatur.html' title='Sumber-Sumber Studi Literatur'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-7770794176480802155</id><published>2010-01-04T08:03:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T09:54:50.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><title type='text'>Pengelolaan Jurnal Ilmiah: Rintisan Menuju Kualitas Internasional</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Membantu universitas mengelola jurnal ilmiah untuk keperluan akreditasi maupun peningkatan kualitas universitas secara keseluruhan dengan memanfaatkan teknologi yang paling efektif dalam menangani setiap tahap pengelolaan jurnal:&lt;br /&gt;1.      Pengelolaan proses kerja dengan mitra bestari dan redaksi&lt;br /&gt;2.      Desain dan produksi pracetak sesuai ketentuan Dikti maupun internasional&lt;br /&gt;3.      Pencetakan menggunakan teknologi mutakhir untuk tiras terbatas&lt;br /&gt;4.      Distribusi yang dilengkapi dengan tanda terima dari pelanggan&lt;br /&gt;5.      Penerbitan secara online sesuai ketentuan internasional&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsep Strategis Pencarian Naskah dan Pengelolaan Online&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesar yang dihadapi jurnal ilmiah adalah mencari naskah yang baik dan dalam jumlah yang memadai. Apabila hanya mencari naskah di dalam negeri (apalagi bila hanya dalam institusi sendiri), akan sangat sulit (sebab setiap universitas juga membuat jurnal) dan penilaian dari Dikti akan terbatas. Untuk itu tim akan menyediakan fasilitas online submission system yang memungkinkan jurnal menerima naskah dari mancanegara melalui situs web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa sementara ini electronic journal belum merupakan kriteria dalam menilai mutu suatu jurnal di Indonesia, maka sistem pengelolaan jurnal elektronik tidak harus berlanjut sampai ke electronic journal hosting, tetapi hal ini tetap dianjurkan untuk mendapatkan paparan secara internasional serta mendapatkan sitasi dari mancanegara yang justru akan mendapat credit point dari Dikti. Baik online submission system maupun electronic journal hosting akan dikelola oleh tim dengan tenaga khusus yang menguasai teknologi pemrograman dan apabila diperlukan pengetahuan ini dapat dialihkan ke staf universitas atau jurnal yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Butir-butir Pengelolaan Jurnal Ilmiah Secara Online&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Pengelolaan Proses Kerja dengan Mitra Bestari dan Redaksi&lt;br /&gt;Salah satu persyaratan agar dapat menarik artikel-artikel ilmiah dari luar lingkungan universitas sendiri serta luar negeri adalah resposifnya redaksi jurnal terhadap para pengirim naskah. Pengirim naskah akan sangat menghargai apabila status naskahnya dapat diketahui setiap saat: apakah masih dalam proses penelaahan oleh mitra bestari, sudah diterima atau ditolak atau perlu diperbaiki, sudah disunting atau sudah ada di bagian pracetak, serta akan diterbitkan di volume dan nomor berapa. Menggunakan online submission system hal-hal di atas dapat dilakukan secara otomatis akan sangat mengurangi kesalahan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim akan bekerja sama dengan redaksi setiap jurnal untuk mendaftarkan alamat dan email setiap mitra bestari dan redaksi yang ada, lalu mempromosikan jurnal ke calon mitra bestari, redaksi tamu, dan penulis di seluruh dunia, menjadikan siding redaksi dengan segera bertaraf internasional. Pengelolaan naskah, komunikasi dengan penulis, komunikasi dengan mitra bestari, serta komunikasi dengan penyunting akan dilaksanakan oleh tim bekerja sama erat dengan dewan redaksi jurnal yang bersangkutan. Semuanya dilakukan secara elektronik. Apabila diperlukan keterampilan pengelolaan jurnal secara elektronik ini dapat dialihkan ke staf administrasi jurnal yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Desain dan Produksi Pracetak sesuai Ketentuan Dikti maupun Internasional&lt;br /&gt;Dianjurkan agar pelaksanaan kedua proses di atas dilakukan beberapa bulan sebelum edisi pertama volume berikutnya terbit, sebab perbaikan desain paling baik dilakukan mulai volume baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan sampul dan halaman ini akan disajikan untuk disetujui oleh tim redaksi jurnal yang bersangkutan. Ada beberapa kaidah tidak tertulis (yang didapat dari pengalaman) untuk menghasilkan desain yang sesuai untuk jurnal ilmiah, baik untuk rancangan sampul maupun halaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Template desain sampul dan isi yang baru akan disediakan untuk bagian produksi jurnal yang bersangkutan, namun apabila diperlukan proses pracetak dapat dilakukan oleh Tim Graha Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pencetakan Menggunakan Teknologi Mutakhir untuk Tiras Terbatas&lt;br /&gt;Persyaratan tiras untuk suatu jurnal agar dapat dipertimbangkan untuk akreditasi adalah paling sedikit 300 eksemplar. Dengan tiras terbatas ini akan ditemui kesulitan mendapatkan mutu yang disyaratkan pula oleh Dikti. Untuk itu Tim Graha Ilmu sudah menyediakan solusinya, yang memenuhi syarat mutu namun dengan biaya yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses cetak akan dilakukan menggunakan teknologi mutakhir digital printing yang akan menghasilkan mutu cetak yang tajam namun dengan harga yang sangat terjangkau pada tiras antara 300 sampai 500 eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tiras yang diperlukan meningkat di atas 500 eksemplar, harga per eksemplar menggunakan digital printing akan disesuaikan agar tetap bersaing dengan mini offset, namun untuk tiras yang lebih tinggi lagi akan digunakan mini offset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjilidan akan dilakukan dengan seksama agar setiap nomor dalam volume yang sama akan sama tingginya; demikian pula dengan posisi teks punggung dan homogenitas warna dalam volume yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Distribusi yang Dilengkapi dengan Tanda Terima dari Pelanggan&lt;br /&gt;Salah satu persyaratan dari Dikti adalah adanya bukti bahwa jurnal sudah diterima baik oleh pelanggan. Untuk itu Tim Graha Ilmu akan mendistribusikan jurnal ke setiap pelanggan dan mendapatkan tanda terima dari pelanggan yang bersangkutan untuk keperluan verfikasi oleh Dikti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit Graha Ilmu mempunyai perwakilan di hampir semua kota besar di Indonesia, khususnya di kota-kota tempat terdapatnya universitas-universitas ternama. Sementara ini perwakilan Graha Ilmu terdapat di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Jember, Denpasar dan Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila diperlukan, Tim Graha Ilmu dapat pula mengelola pemasaran jurnal cetak maupun versi elektroniknya, namun untuk kepentingan keterpaparan secara internasional serta mendapatkan sitasi dari penulis mancanegara, dianjurkan agar jurnal elektronik disediakan gratis di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penerbitan Secara Online Sesuai Ketentuan Internasional&lt;br /&gt;Penerbit Graha Ilmu menyediakan platform penerbitan jurnal ilmiah secara online dengan mengikuti prinsip-prinsip yang digunakan secara internasional yang memungkinkan jurnal yang diterbitkan dapat didapati apabila dicari dengan search engine (Google Scholar maupun lainnya) maupun melalui metadata harverster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Secara Online&lt;br /&gt;Pembiayaan pengelolaan jurnal ilmiah secara online pada dasarnya adalah butir (1) dan/atau (5) di atas, yaitu:&lt;br /&gt;•        Pengelolaan Proses Kerja dengan Mitra Bestari dan Redaksi&lt;br /&gt;•        Penerbitan Secara Online Sesuai Ketentuan Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas/pengelola jurnal dapat memilih salah satu atau kedua butir di atas, adapun butir-butir lain bersifat tambahan dan tidak harus diikutsertakan dan apabila diperlukan akan dibuatkan penawaran tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:Kosasih Iskandarsjah   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makalah ini disampaikan dalam pertemuan terbatas dengan para pengelola jurnal di lingkungan Universitas Negeri Malang (UM) pada tanggal 2 Juni 2008.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-7770794176480802155?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/7770794176480802155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/pengelolaan-jurnal-ilmiah-rintisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7770794176480802155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/7770794176480802155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/pengelolaan-jurnal-ilmiah-rintisan.html' title='Pengelolaan Jurnal Ilmiah: Rintisan Menuju Kualitas Internasional'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-5033893174644805131</id><published>2010-01-02T10:43:00.008+07:00</published><updated>2010-02-19T09:56:19.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Impact Factor'/><title type='text'>Penghitungan Impact Factor</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Impact Factor - disingkat sebagai IF - adalah ukuran dari sitasi (citation) terhadap jurnal-jurnal ilmu pengetahuan alam (science) dan ilmu pengetahuan social (social science) dan sering kali digunakan sebagai ukuran terhadap pentingnya suatu jurnal dalam bidangnya. Impact Factor diciptakan oleh Eugene Garfield dari Institute of Scientific Information (ISI, kini bagian dari Thomson Scientific) pada tahun 1960 dengan menghitung indeks sitasi (citation index) dari jurnal-jurnal yang diindeks oleh Thomson ISI dan dilaporkan setiap tahun dalam JCR (Journal Citation Report).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami Impact Factor, pertama kali kita harus memahami apa yang dimaksud dengan sitasi (citation), indeks sitasi (citation index), dan akhirnya penghitungan ‘Impact Factor.’ Istilah ‘Impact Factor’ yang akan kita gunakan sepanjang tulisan ini akan dituliskan diantara tanda petik, yang menunjukkan bahwa ‘Impact Factor’ yang akan kita hitung bukanlah Impact Factor (tanpa tanda petik) sebenarnya seperti yang dilaporkan oleh Thomson Scientific walaupun menggunakan rumus perhitungan yang sama. Ini dikarenakan bahwa hanya jurnal-jurnal yang diikutsertakan untuk diindeks oleh Thomson Scientific yang mempunyai Impact Factor yang sebenarnya, padahal kita akan menghitung ‘Impact Factor’ dari jurnal-jurnal yang mungkin tidak termasuk koleksi yang diindeks oleh Thomson Scientific.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suatu citation atau bibliographic citation adalah suatu rujukan kepada buku, artikel, halaman web, atau produk-produk hasil penerbitan lainnya yang memberikan cukup rincian untuk mengidentifikasi produk penerbitan itu secara unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan atau ceramah yang tidak diterbitkan seperti kertas kerja (working paper) dan komunikasi pribadi (personal communication) juga kadang-kadang disitasi (cited). Citation digunakan dalam karya-karya ilmiah untuk memberikan kredit atau pengakuan dari adanya pengaruh karya-karya sebelumnya, atau merujuk ke yang mempunyai kewenangan keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citation memungkinkan pembaca menilai apa yang diujikan sekarang dengan melihat karya-karya sebelumnya. Para penulis sering kali terlibat langsung dalam pengujian ini dan menerangkan mengapa mereka sepaham atau bahkan tidak sepaham dengan pandangan-pandangan sebelumnya. Idealnya sumber-sumber citation bersifat primer (tangan pertama) dan mutakhir (recent).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis citation seperti scientific citation, legal citation, theological citation, hukum paten, dan hukum hak cipta, tetapi kita akan membatasi bahasan pada scientific citation saja. Posisi citation yang paling lazim adalah bibliografi atau daftar pustaka pada akhir artikel, tetapi posisi citation dapat juga dalam body text (parenthetical citation), pada  bagian bawah halaman (footnotes), pada akhir dokumen (endnotes), pada halaman atau seksi khusus yang diberi judul ‘Works Cited,’ atau dalam halaman khusus yang diberi judul ‘Daftar Acuan/List of Reference.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya penulisan citation yang umum dikenal diantaranya:&lt;br /&gt;APA (psikologi, pendidikan, dan ilmu-ilmu sosial lainnya)&lt;br /&gt;MLA (literatur, seni, dan humaniora)&lt;br /&gt;AMA (kedokteran, kesehatan, dan ilmu-ilmu biologi)&lt;br /&gt;Turabian (umum digunakan oleh mahasiswa untuk segala macam subyek)&lt;br /&gt;Chicago (umum digunakan dalam  berbagai subyek di dunia ‘nyata’ seperti buku, majalah, surat kabar, dan penerbitan-penerbitan lain yang bukan penerbitan ilmiah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citation Index&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Citation index adalah suatu indeks dari sitasi-sitasi antara berbagai penerbitan, yang memungkinkan pengguna dengan mudah mendapatkan dokumen lebih baru mana yang mensitasi dokumen lebih lama yang mana. Citation index yang pertama adalah untuk legal citation, seperti Shepard’s Citation yang dibuat pada tahun 1873.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960, Eugene Garfield dari Institute of Scientific Information (ISI) untuk pertama kalinya memperkenalkan citation index yang pertama kali dibuat untuk karya-karya yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal akademis. Citation index untuk karya-karya ilmiah ini dimulai untuk bidang ilmu pengetahuan alam (science), yaitu Science Citation Index (SCI), yang kemudian diperluas ke Social Science Citation Index (SSCI) dan akhirnya Arts and Humanities Citation Index (AHCI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citation Index pada awalnya dimaksudkan untuk memudahkan penarikan informasi (information retrieval) namun semakin lama semakin banyak digunakan untuk bibliometrics atau studi yang melibatkan evaluasi hasil penelitian. Data sitasi ini juga menjadi dasar dari perhitungan Impact Factor suatu jurnal yang kini menjadi alat ukur yang paling populer untuk mengevaluasi pengaruh (atau mutu) suatu jurnal dalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Citation pada dasarnya adalah melihat artikel-artikel mana yang mengutip suatu artikel, maka Citation Index pada dasarnya melihat jurnal-jurnal mana yang mengutip suatu jurnal. Citation dilihat dari sudut pandang artikel yang disitasi (cited article) sedangkan Citation Index dilihat dari jurnal-jurnal yang mensitasi (citing jorunals).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citation Service: Thomson Scientific&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ISI yang kini menjadi bagian dari Thomson Scientific adalah penyedia jasa sitasi yang paling utama. Citation Indexes yang disiapan oleh Thomson Scientific sampai sekarang masih disediakan dalam format cetakan dan CD ROM, walaupun pada umumnya pengguna sekarang mengaksesnya melalui situs Web of Science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomson Scientific menganut falsafah bahwa dalam suatu bidang ilmu pengetahuan maka dari sekitar 20% jurnal terbaik sudah tercakup 80% penelitian-penelitian terpenting dalam bidang yang bersangkutan. Dengan demikian hanya sedikit jurnal yang dikutsertakan dalam SCI, SSCI, atau AHCI. Jurnal-jurnal yang diikutsertakan dalam ketiga laporan Citation Indexes dari Thomson Scientific dengan demikian mendapatkan citra sebagai salah jurnal-jurnal terbaik dalam bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi ini sebenarnya sangat bias terhadap jurnal-jurnal yang terbit dalam Bahasa Inggris dan berasal dari Negara-negara ‘tradisional’ penghasil jurnal ilmiah, yaitu Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda. Banyak hasil penelitian penting yang berasal dari luar negara-negara tradisional di atas yang tidak diikutsertakan dalam Citation Indexes yang disiapkan oleh Thomson Scientific sehingga tidak mendapatkan pemaparan (exposure) yang selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Scopus dan Google Scholar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan-kekurangan Citation Indexes dari Thomson Scientific ini yang mendorong Elsevier, suatu penerbit jurnal ilmiah terbesar di dunia untuk menciptakan jasa pelayanan bibliografisnya sendiri, yaitu Scopus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scopus pada dasarnya tidak membatasi jurnal yang diikutsertakan untuk diindeks, namun sampai saat ini Scopus hanya mengindeks jurnal-jurnal ilmu pengetahuan alam (science) dan tidak mencakup social science ataupun arts and humanities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Scopus adalah layanan komersial sepeti halnya Thomson SCI, maka hanya berselang satu bulan dari diluncurkannya Scopus pada tahun 2005, Google juga meluncurkan Google Scholar yang sampai sekarang masih dalam versi beta. Google Scholar tidak membatasi hanya science, tetapi semua karya ilmiah yang tersedia secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Thomson Scientific dan Scopus membuat laporan Citation Indexes berdasarkan data primer (dari database mereka), maka Google Scholar memanfaatkan artikel-artikel yang tersedia bebas di Internet (umumnya dari artikel serupa yang disimpan dalam website pribadi penulis ataupun repository universitasnya) ataupun dari grey literature seperti buku, proceeding, monograf, website penulis, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian ketepatan perhitungan Google Scholar cukup tinggi, terlebih lagi untuk artikel-artikel yang terbit setelah tahun 2004. Sekarang ini Google Scolar menyediakan hitungan sitasi (citation count) yang dapat diakses gratis melalui Internet sehingga siapapun kini dapat menyiapkan laporan citation count, citation index, ataupun ‘Impact Factor’ tanpa harus berlangganan ke jasa-jasa komersial seperti Thomson Scientific atau Elsevier’s Scopus. Inilah yang akan dibahas pada tulisan ini selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citation Count: Google Scholar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Google Scholar dapat diakses tanpa biaya sejauh kita memiliki akses Internet di sini: http://scholar.google.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perhatikan hasil search Paediatrica Indonesiana. Entri pertama yang ditampilkan adalah artikel berjudul Human Milk in the Second Year yang terbit di jurnal ini pada tahun 1974 dan mendapatkan 9 citations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat telaah, 9 citation ini berasal dari mana saja. Ternyata dari :&lt;br /&gt;American Journal of Clinical Nutrition, 1984&lt;br /&gt;American Journal of Clinical Nutrition, 1978&lt;br /&gt;Indian Journal of Pediatrics, 1981&lt;br /&gt;Journal of Tropical Pediatrics, 1980&lt;br /&gt;Journal of Tropical Pediatrics, 1979&lt;br /&gt;Food Policy, 1999&lt;br /&gt;Feminist Economics, 2005&lt;br /&gt;Dan dua lagi bukan dari jurnal, melainkan dari buku, jadi citation count yang absah (valid) untuk perhitungan ‘Impact Factor’adalah 7 citations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perhitungan ‘Impact Factor’ hanya citation pada tahun terbit artikel serta satu dan dua tahun sesudahnya yang dihitung. Karena artikel ini terbit pada tahun 1974, maka hanya citation dari tahun 1974, 1975, dan 1976 yang perlu dipakai. Dalam hal di atas ketujuh citation yang diperoleh artikel ini tidak terpakai untuk perhitungan ‘Impact Factor.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Citation Count: Scopus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Membuat laporan citation count sangat memakan waktu dan tenaga, lebih-lebih apabila jurnal yang kita evaluasi belum diikutsertakan dalam Thomson Citation Index ataupun Scopus. Sebagai pembuka wawasan, silakan kunjungi Scopus di http://www.scopus.com dan ikuti demo fasilitas yang disediakan Scopus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh: Kosasih Iskandarsjah   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: www.edu2000.org&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-5033893174644805131?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/5033893174644805131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/penghitungan-impact-factor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5033893174644805131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5033893174644805131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/penghitungan-impact-factor.html' title='Penghitungan Impact Factor'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2739539016151516320</id><published>2010-01-01T21:10:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T09:56:37.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seminar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><title type='text'>Menulis Makalah Ilmiah untuk Seminar dan Jurnal</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun terakhir saya selalu dibebani tugas menulis paper (makalah) untuk dikirimkan ke seminar dan jurnal.  Melalui tulisan ini saya ingin bercerita dan berbagi tips dan trik serta suka duka menulis tipe ini. Bidang kajian saya adalah electrical engineering, image processing.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, paper untuk seminar cakupannya temanya lebih kecil daripada paper untuk jurnal. Ini ditunjukkan dengan jumlah halaman (halaman paper seminar berkisar antara 1-8, halaman paper jurnal berkisar antara 8 - dstnya).  Selain itu, paper makalah biasanya hanya menceritakan satu aspek dari penelitian kita. Sebaliknya, paper jurnal mencakup berbagai aspek yang membentuk satu kesatuan. Data untuk makalah seminar adakalnya cukup hanya data awal (preliminary), sedangkan untuk paper jurnal, datanya harus lengkap, banyak dan teranalisis dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sepatutnya terdapat pada paper-paper kita ?. Menurut pengalaman saya (yang tidak seberapa tentunya ), isi mutlak yang harus ada adalah "kebaruan". Jadi, paper tersebut hendaklah berisikan pemikiran baru tentang suatu masalah. Dan pemikiran baru ini hendaknya lebih baik daripada pendekatan-pendekatan sebelumnya.  Namun kebaruan tidak terbatas di situ saja. Metode lama yang diaplikasikan pada hal baru, juga berarti kebaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, penulisan yang baik. Jika menggunakan bahasa Indonesia, gunakan EYD. Jika menggunakan bahasa Inggris, gunakan bahasa Inggris yang baku untuk dunia akademik. Pilihan kata yang  di pakai di novel seringkali tidak sesuai dengan bahasa akademik.  Kriteria ini banyak juga pengaruhnya kepada tampilan paper kita secara keseluruhan. Kita tidak bisa mengharapkan para reviewer (yang notabene mungkin membaca puluhan  paper pada saat berdekatan) untuk mengulang-ulang kata-kata atau kalimat yang maksudnya kurang jelas (bias).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya lagi, eksperimen yang mencukupi.  Kalau saya melakukan simulasi komputer. Data hasil simulasi ini dipergunakan untuk menunjang pemikiran baru yang telah dijabarkan di bagian awal paper. Jika data tidak mendukung, kita masih mungkin melakukan perombakan di awal tulisan, atau melakukan simulasi ulang dengan sumber berbeda. Kemungkinan paling buruk adalah, pemikiran baru kita tidak benar (karena tidak didukung oleh hasil simulasi). Untuk kasus ini, penulisan paper masih mungkin diteruskan, namun kemungkinan untuk diterima semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, menulis paper untuk diterima di seminar ataupun jurnal adalah sama dengan "menjual ide".  Yang namanya jualan, packaging atau kemasan menjadi faktor penentu utama. Pandai-pandailah mengemas paper kita, sehingga kelebihannya menonjol, dan kekurangannya tersamar.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://fitriarnia.multiply.com/journal/item/109&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2739539016151516320?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2739539016151516320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/menulis-makalah-ilmiah-untuk-seminar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2739539016151516320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2739539016151516320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2010/01/menulis-makalah-ilmiah-untuk-seminar.html' title='Menulis Makalah Ilmiah untuk Seminar dan Jurnal'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-5309129581137366522</id><published>2009-12-30T11:27:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T09:56:53.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><title type='text'>Masa Depan Jurnal Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ini terjemahan bebas dari editorial majalah science yang berjudul "On the Future of Scholarly Journals" oleh Alan M. Edelson. Kita tahu teknologi informasi di indonesia sudah sangat memungkinkan untuk mendukung penerbitan jurnal ilmiah digital. Terjemahan in hanya sekedar mengingatkan kita, kenapa kita lambat sekali merespon kemajuan IT untuk memajukan sains? Mari kita merenung, kenapa masih saja penerbitan ilmiah di Indonesia nggak maju-maju? Gimana juga peran kepustakawanan Indonesia dalam hal ini?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the Future of Scholarly Journals&lt;br /&gt;Alan M. Edelson&lt;br /&gt;Science 17 April 1998:&lt;br /&gt;Vol. 280. no. 5362, p. 359&lt;br /&gt;DOI: 10.1126/science.280.5362.359a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini dunia penerbitan ilmiah mengalami guncangan. Para pustakawan meghentikan langganan karena penurunan budget. Harga jurnal ilmiah yang cenderung naik karena para penerbit harus mengimbangi menurunnya jumlah pembeli. Sementara meningkatnya jumlah hasil penelitian ikut menambah banyaknya halaman dan tingginya harga terbitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali adanya perkembangan di penerbitan digital. Banyak keunggulan yang dapat dimanfaatkan, namun sisi ekonomis dan teknisnya masih harus ditinjau lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan diaksesnya, penyebarannya yang cepat, hypertext linking ke layanan indeks atau ke dokumen fulltext dokumen yang dikutip. Tentu saja penerbitan digital tidak serta merta membuat penerbitan jurnal ilmiah menjadi murah atau menghapuskan sama sekali jurnal tercetak dalam semalam. Ketika jurnal cetak berpindah ke sistem digital, biaya terbesar bisa dikurangi, tapi kita masih harus menanggung biaya maintenance ke arsip digital. Biaya tetap ke kegiatan lain, seperti proses peer review tetap akan ada. Meskipun demikian seharusnya akan lebih hemat dan unggul dari segi aksesibilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan merancang bangun sistem baru tersebut? tentu saja itu tergantung si pemilik jurnal. sejumlah asosiasi ilmuwan memiliki penerbitan jurnal ilmiah, namun sebagian besar haknya dimiliki oleh penerbit komersial. Ada usulan untuk mengajukannya di bawah naungan pemerintah atau yayasan nirlaba untuk menangani arsip digital jurnal-jurnal itu. Namun dalam situasi politik amerika yang seperti ini, hal itu kelihatannya tidak realistis, belum lagi isu mengenai kontrol dan pembagian penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendus kesempatan ini, sejumlah pihak ketiga, seperti contohnya perusahaan pengantar dokumen berusaha membujuk penerbit untuk mengambil peran itu, dengan menawarkan layanan pay-per-view. Tapi kenapa harus membayar kepada orang lain bila itu bisa kita lakukan sendiri? Untuk jangka panjang sebagian besar akan memilih menagani sendiri atau melalui konsorsium kecuali para penerbit kecil. Agak bodoh bila penerbit tidak mau menangani digital arsipnya sendiri, kecuali untuk alasan keamanan elektronik. Dipihak lain library mungkin dapat memegang peranan juga sebagai pengelola arsip jurnal digital maupun sebagai penyelenggara layanan. Ini akan mengurangi peran interlibrary loan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari penerbitan elektronik, penerbit harus bersedia membuka digital arsipnya lewat layanan pay-per-view melalui internet, terlepas dari masalah dilanjutkan atau tidaknya versi cetak jurnal tersebut. Banyak jurnal (contohnya, Science) tidak memperbolehkan akses secara murah, kecuali pada pelanggan jurnal cetaknya. Untungnya biaya langganan majalah Science cukup terjangkau berkat jumlah sirkulasi yang besar dan penghasilan iklan yang baik. Namun banyak jurnal yang tirasnya kecil dan iklannya sedikit sehingga sangat bergantung pada langganan dari perpustakaan. Menghadapi semakin kecilnya langganan dari pihak perpustakaan, penerbit seperti itu, sudah selayaknya muali meninggalkan format cetak secara bertahap dan beralih ke elektronik, lalu merumuskan harga pay-per-view yang masuk akal. Penerbit akan tergantung kepada sistem elektronik untuk melacak penggunaan, penagihan kepada pengguna, dan mencegah akses mereka yang tidak membayar untuk masuk ke dalam jaringan. Ini membutuhkan sistem arsip yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah komite yang terdiri dari penerbit, pustakawan, dan ahli IT harus dibentuk untuk menentukan bagaimana sebuah jaringan arsip dapat dikonfigurasikan. Kompatibilitas sangat mendasar. Menjaga warisan arsip sains dunia secara digital sangat penting. Arsip tersebut harus mampu menghadapi tekanan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Artikel aslinya ada di: http://DOI: 10.1126/science.280.5362.359a &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-5309129581137366522?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/5309129581137366522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/masa-depan-jurnal-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5309129581137366522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/5309129581137366522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/masa-depan-jurnal-ilmiah.html' title='Masa Depan Jurnal Ilmiah'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-6350717297390265122</id><published>2009-12-21T10:31:00.003+07:00</published><updated>2010-02-19T09:57:50.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iptek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Merangsang Pertumbuhan Iptek dengan Informasi Online</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pada 23 Agustus 2004, bersamaan dengan ulang tahun ke-37 LIPI , diluncurkan jasa publik LIPI berbasis teknologi informasi (http://www.lipi.go.id). Situs ini bertujuan memasok informasi ilmiah bagi masyarakat Indonesia secara cuma-cuma lewat internet. Layanan yang diperkenalkan terdiri dari 3 jenis : umum, jasa ilmiah dan portal ilmiah. Layanan umum memuat informasi LIPI, layanan jasa ilmiah memuat antara lain jurnal online, informasi HAKI, data base riset, sedangkan portal ilmiah mewadahi bidang fisika, komputasi, energi dan kimia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan situs ini merupakan angin segar yang berhembus, di tengah maraknya isu mahalnya pendidikan dan sulitnya melakukan penelitian di Indonesia. Telah umum diketahui bahwa anggaran untuk mendanai kegiatan iptek di Indonesia relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, maupun dibandingkan dengan negara yang lain. Anggaran iptek tahun 2004 hanya 0.05 persen dari PDB (Rakornas Ristek 2004). Angka ini relatif sangat kecil dibandingkan misalnya dengan negara jiran Malaysia, yang menganggarkan 0.5 persen dari PDB untuk mendorong pertumbuhan iptek di negeri tersebut. Dari dana 0.05 persen PDB ini masih dibagi-bagi untuk pengadaan alat dan bahan, sehingga anggaran untuk pengadaan literatur ilmiah akan jauh lebih kecil lagi. Padahal informasi ilmiah yang antara lain berupa jurnal, proseding seminar, merupakan kebutuhan pokok bagi seorang peneliti di perguruan tinggi maupun industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peneliti dituntut untuk rajin mengikuti perkembangan teknologi di bidangnya. Sumber utama adalah jurnal ilmiah, yang jumlahnya ribuan dan diterbitkan di berbagai bidang. Akan tetapi akses terhadap literatur ilmiah memiliki keterbatasan. Tidak semua perpustakaan berlangganan jurnal ilmiah dalam versi cetak, yang cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan peneliti. Dalam hal ini keberadaan digital library merupakan solusi yang sangat membantu seorang peneliti untuk menemukan sumber informasi yang diperlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat terbesar dari digital library ini adalah akses tak terbatas terhadap sebuah artikel ilmiah. Artikel yang berada dalam format elektronik tidak pernah out of print, sedangkan artikel yang terbit dalam versi cetak, seringkali terbatas jumlah terbitannya. Digital library yang dapat diakses online membuat akses terhadap artikel ilmiah pun menjadi lebih mudah. Dengan bermodalkan PC yang terhubung ke internet, sebuah artikel terbaru yang diterbitkan di journal The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) di Amerika, misalnya, dapat diperoleh di Indonesia dalam hitungan detik. Dengan kata lain, informasi online akan menghilangkan kendala geografis, yang selama ini merupakan masalah utama dalam mencari sumber ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, misalnya di Jepang, informasi online merupakan sumber penting bagi penelitian. Perpustakaan di perguruan tinggi dan lembaga penelitian biasanya berlangganan jurnal elektronik, seperti Nature, Science, atau journal-journal ilmiah yang diterbitkan Elsevier dsb. Selain itu informasi literatur di berbagai perpustakaan di Jepang dapat diketahui dengan layanan NACSIS Webcat. NACSIS Webcat ini merupakan sistem berbasis www, yang dapat mencari database katalog untuk buku, majalah, journal ilmiah dan material yang disimpan di perpustakaan perguruan tinggi di Jepang. Dengan memanfaatkan NACSIS Webcat, seorang peneliti dapat menemukan lokasi dimana artikel ilmiah yang diperlukannya berada. Kalau artikel tersebut tidak terdapat di institusi-nya, dia dapat memesan artikel itu ke perpustakaan lain yang memilikinya. Sehingga peneliti di Jepang memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses literatur ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan akses informasi yang besar ini ternyata memberikan pengaruh lain. Steve Lawrence melaporkan bahwa artikel yang dimuat online memiliki frekuensi rujukan yang lebih tinggi daripada informasi yang dimuat offline. Penelitian yang dimuat dalam majalah ilmiah terkemuka, Nature tahun 2001 (Vol.411, No.6837, halaman 5221), mengamati frekuensi rujukan terhadap sekitar 120 ribu paper ilmiah di bidang komputer, yang dipublikasikan secara offline (versi cetak), maupun yang dapat diakses secara online. Pengamatan yang dilakukan pada publikasi paper ilmiah dalam interval 10 tahun, dari 1989-2000 ini berkesimpulan bahwa paper yang dapat diakses secara online memiliki frekuensi rujukan lebih dari dua kali lipat paper yang tidak dapat diakses secara online. Hal ini berimplikasi, artikel yang dipublikasikan secara online memiliki potensi lebih besar untuk mewarnai perkembangan iptek, karena temuan yang tertulis pada paper tersebut dapat diakses oleh siapa saja. Sebaliknya, sebuah ide yang cemerlang, apabila tidak dapat diakses dengan mudah, akan lebih sedikit mendapat perhatian dari komunitasnya. Sehingga kontribusinya terhadap dunia iptek mungkin kurang dapat dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang melatar belakangi, dewasa ini banyak peneliti yang memuat publikasinya di situs pribadi, agar dapat dibaca oleh peneliti yang lain. Disamping situs pribadi, ada juga situs yang khusus menerima deposito artikel, misalnya http://citeseer.ist.psu.edu/ yang menerima tulisan di bidang komputer dalam format elektronik (pdf). Situs semacam ini bertujuan untuk meningkatkan diseminasi literatur iptek, sehingga dapat membuat proses pencarian sumber ilmiah berlangsung lebih mudah dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang kita harapkan akan dapat diwujudkan juga di Indonesia. Dengan membuat sumber ilmiah di Indonesia dapat diakses online, diharapkan berbagai penemuan yang dokumentasinya selama ini tersebar di berbagai publikasi Indonesia, dapat diintegrasikan ke dalam sebuah portal online yang dapat diakses siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting mengingat komunitas Indonesia di dunia maya cukup besar. Menurut penelitian Onno Purbo porsi diskusi keilmuan di internet berada pada kisaran 19 persen dari keseluruhan posting di internet. Angka ini termasuk jumlah yang signifikan, dan menempati peringkat kedua setelah posting yang sifatnya silaturahmi (21.9 persen). Pornografi yang selama ini dikhawatirkan ternyata berada pada prosentase yang lebih kecil, yaitu 12.9 persen. Penelitian Onno yang dimuat di situs ilmukomputer.com ini, memberikan harapan segar bahwa ternyata perhatian masyarakat terhadap perkembangan iptek cukup besar. Sangat disayangkan bila potensi ini dilewatkan begitu saja, dan kurang mendapat suplai informasi ilmiah karena akses yang terbatas. Komunitas yang haus akan informasi iptek ini diharapkan dapat memanfaatkan secara optimal informasi online yang disediakan oleh LIPI, maupun situs serupa yang dewasa ini mulai menjamur. Dengan demikian, walaupun alokasi dana penelitian dari pemerintah sangat terbatas, diharapkan keberadaan layanan LIPI ini dapat memasok kekurangan informasi yang diperlukan bagi perkembangan iptek di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anto Satriyo Nugroho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: Berita Iptek BPPT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-6350717297390265122?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/6350717297390265122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/merangsang-pertumbuhan-iptek-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6350717297390265122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/6350717297390265122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/merangsang-pertumbuhan-iptek-dengan.html' title='Merangsang Pertumbuhan Iptek dengan Informasi Online'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2089597970474296375</id><published>2009-12-18T17:13:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T09:58:02.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penelitian'/><title type='text'>Literatur Penelitian dan Jurnal Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;“Mas, mau nanya situs-situs yang bagus untuk cari jurnal penelitian apa ya?” (Winky)&lt;br /&gt;Pertanyaan menarik dari mas Winky, yang mungkin juga menjadi pertanyaan bagi sebagian rekan-rekan yang bergerak di dunia penelitian, baik mahasiswa yang lagi nyusun skripsi/thesis/disertasi, juga bagi dosen ataupun peneliti yang ada di lembaga penelitian. Studi literatur dalam proses penelitian adalah wajib hukumnya, karena dari sana penelitian mulai bergerak. Nah, literatur ilmiah yang akan menjadi referensi ini sebaiknya apa dan dimana dapatnya? Yuk kita bahas.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa dalam penelitian ilmiah, referensi utama yang paling sahih adalah jurnal ilmiah (scientific journal), baru setelah itu bisa proceedings conference, scientific report, buku dan terbitan lain. Ketinggian derajat sebuah jurnal ilmiah biasanya ditentukan oleh suatu nilai yang disebut dengan impact factor. Impact factor ditentukan dari jumlah rujukan (citation) ke paper-paper di jurnal ilmiah tersebut. Di beberapa bidang ilmu, jurnal-jurnal yang sangat tinggi impact factornya biasanya diterbitkan oleh asosiasi ilmiah yang berumur tua dan disegani. Misalnya di bidang elektronika, komunikasi dan komputer, jurnal dan transaction terbitan IEEE dan ACM-lah yang memiliki impact factor tinggi. Selain itu ada juga jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit seperti Elsevier, Kluwer Academic, dsb. Paper yang ada di jurnal ilmiah terkadang dari paper submission langsung (pengiriman makalah) atau sering juga dari selected paper (makalah pilihan) dari sebuah International Conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnal ilmiah di Indonesia jujur saja agak chaos dan terlihat semrawut. Tidak banyak asosiasi ilmiah yang benar-benar mendukung “kegiatan ilmiah” dan menerbitkan jurnal yang besar dan disegani. Setiap universitas menerbitkan jurnal ilmiah sendiri, bahkan banyak jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan atau fakultas. Akhirnya jurnal ilmiah tumbuh seperti jamur, muncul ribuan dalam waktu cepat dan banyak yang tenggelam dalam waktu yang singkat juga.  Alasannya kenapa? Mungkin karena kita jago kandang alias tidak pede, tidak ada biaya, atau karena tidak ada tema penelitian unggulan. Alasan yang paling tidak menarik adalah karena pingin paper cepat terbit untuk ngurus kum (kredit), sehinga bisa cepat jadi professor atau APU Sebagai catatan memang proses review di jurnal internasional memakan waktu. Dari submission sampai published bisa 1 tahun atau bahkan lebih. Proses revisi juga bisa berkali-kali tergantung galaknya reviewer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menarik, laporan dari Thomson Scientific (Amerika) mengatakan bahwa jumlah paper ilmiah yang di publikasikan selama tahun 2004 oleh peneliti di Indonesia (yang berafiliasi ke lembaga penelitian atau universitas di Indonesia) berjumlah 522 paper ilmiah. Jumlah ini hanya sepertiga dari paper ilmiah yang hasilkan oleh Malaysia (1438 paper). Di level ASEAN, Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Singapore (5781 paper), Thailand (2397 paper) dan Malaysia. Yang dekat dengan Indonesia adalah Vietnam (453 paper). Mudah-mudahan kita para peneliti dan dosen di Indonesia tetap dalam perdjoeangan untuk mengejar tetangga-tetangga kita yang larinya sudah semakin cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikutip dari romisatriowahono.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2089597970474296375?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2089597970474296375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/literatur-penelitian-dan-jurnal-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2089597970474296375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2089597970474296375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/literatur-penelitian-dan-jurnal-ilmiah.html' title='Literatur Penelitian dan Jurnal Ilmiah'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-2536829857207162331</id><published>2009-12-18T17:06:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T09:58:46.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Tips dan Trik Mencari Artikel  dari  Journal Online</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Mencari artikel jurnal baik di perpustakaan, internet, atau data base jurnal on line  merupakan "makanan" sehari-hari bagi orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Pencarian informasi ini boleh dibilang gampang-gampang susah.  Gampangnya, ketika kita telusur di internet  hanya dengan hitungan detik, informasi yang kita butuhkan telah nampak di layar komputer Anda. Benar kata orang, "dunia ada di telunjuk Anda" (Oh..senengnya!  Pengen deh ngerjain tugas tiap hari).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,  susahnya? Itu tadi, informasi yang muncul di layar komputer belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Di sana ada puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan informasi yang muncul dalam hitungan detik. Kita harus  bisa menyeleksi  informasi  mana yang betul-betul kita perlukan. Ini memerlukan ketelitian dan kesabaran, juga mengetahui trik-trik dalam mencari informasi di dunia maya atau di dunia nyata, seperti di perpustakaan.  Sehingga kita tidak gampang menyerah dan tentu saja tidak gampang menuduh perpustakaannya nggak lengkap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau triknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tiga Sifat yang wajib dimiliki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran informasi baik yang dilakukan di dunia nyata seperti di perpustakaan tradisional ataupun di dunia maya seperti di internet atau jurnal online memerlukan sifat sabar, teliti juga tekun. Mengapa? Mencari informasi bukanlah pekerjaan instan melainkan membutuhkan suatu proses. Proses bisa merupakan dialog antara kita sebagai pencari informasi dengan sumber informasi (spt. perpustakaan, pusat informasi serta pustakawannya) untuk menyamakan persepsi tentang sesuatu yang akan kita telusur. Atau berinteraksi dengan media / alat bantu penelusur seperti katalog atau dbase elektronik. Untuk itu kita harus sabar mengikuti proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping sabar, dalam mencari informasi kita juga wajib teliti dalam membaca setiap temuan yang muncul. Karena saking banyaknya informasi yang muncul  sehingga ada kalanya informasi yang berhubungan justru luput dari perhatian  mata kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang perlu  wajib kita miliki adalah jiwa pantang menyerah. Kalau informasi yang kita cari belum ditemukan jangan cepat menyerah, apalagi menyalahkan orang lain (sering  terjadi di perpustakaan lho!!!), seperti koleksinya tidak lengkap lah, petugas tidak helpful lah, atau seribu alasan lain yang mungkin sebenarnya menutupi  ketidaktekunan kita dalam mencari informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Pencarian Informasi (artikel)&lt;br /&gt;Ada dua tipe pencarian informasi, yaitu mutlak dan tidak mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TIDAK MUTLAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;maksudnya, artikel yang kita cari adalah artikel yang tidak dibatasi   SIAPA  penulisnya, apa JUDULnya, apa nama JURNAL  dan VOLUME nya. Pencarian artikel bersifat umum tidak mengkhususkan pada batasan tertentu. Dalam istilah perpustakaan ada yang disebut BROWSE, yaitu melihat-lihat seluruh koleksi perpustakaan dengan cara melihat-lihat ke setiap rak secara sepintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUTLAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adalah artikel yang kita cari sudah ditentukan sebelumnya baik pengarangnya maupun judulnya. Jadi kalau di suatu perputakaan tidak tersedia, ya tidak bisa ngapa-ngapain karena yang dicarinya memang harus itu (mutlak yang itu, kagak mau dikasih yang lain!!!). Solusinya, nyari lagi ke perpustakaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: www.library.unisba.ac.id&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-2536829857207162331?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/2536829857207162331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/tips-dan-trik-mencari-artikel-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2536829857207162331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/2536829857207162331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/tips-dan-trik-mencari-artikel-dari.html' title='Tips dan Trik Mencari Artikel  dari  Journal Online'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8971776920093031952.post-8719428760585697397</id><published>2009-12-16T18:29:00.006+07:00</published><updated>2010-02-19T09:59:42.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal Online'/><title type='text'>Seluk Beluk Penerbitan Jurnal Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Para penulis serta penerbit Indonesia yang telah terbiasa dengan seluk-beluk penerbitan buku pada umumnya tercengang begitu mengenal seluk-beluk penerbitan jurnal ilmiah. Betapa tidak, sebab kaidah-kaidah yang lazim di dunia penerbitan buku seolah-olah terjungkir balik dengan kaidah-kaidah penerbitan jurnal ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penerbitan buku, penulis mendapatkan kompensasi dari penerbit yang umumnya berupa royalti berdasarkan jumlah eksemplar buku yang terjual. Lebih lanjut lagi biasanya penulis tetap memegang hak cipta (copyright) dari karya tulisnya. Pada penerbitan artikel ilmiah dalam suatu jurmal ilmiah, hak cipta diserahkan kepada penerbit dengan jalan menandatangani formulir copyright transfer dari penulis ke penerbit. Penulis juga tidak mendapat kompensasi moneter apapun dari penerbit, melainkan hanya beberapa eksemplar cetakan artikelnya (saja) sebagai bukti terbit. Di beberapa jurnal tertentu penulis bahkan harus membayar penerbit dalam jumlah yang tidak kecil, antara US$300 sampai US$3000 per artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana Bisa Demikian?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami kaidah yang tampak janggal di mata yang sudah terbiasa dengan penerbitan buku ini kita perlu memahami asal-muasal penerbitan jurmal ilmiah. Jurnal ilmiah seperti yang kita kenal sekarang pertama kali terbit pada tahun 1665 di Inggris, tepatnya tanggal 6 Maret 1665 dengan terbitnya Philosophical Transactions of the Royal Society. Editor jurnal ilmiah pertama itu adalah Henry Oldenburg, secretary dari the Royal Society dan jurnal itu dibiayai pribadi oleh Henry Oldenburg. Pada masa itu di Inggris para penemu, penjelajah dan peneliti mendapatkan tempat sangat terhormat di masyarakat Inggris. Orang berlomba-lomba meneliti dan menjelajah untuk menenukan sesuatu yang baru dan penemuan yang spektakular mendapat perhatian dan imbalan yang besar dari kerajaan. Untuk itulah diperlukan suatu mekanisme untuk menilai penemuan-penemuan: apakah benar-benar baru dan siapa yang paling berhak mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnal ilmiah pada masa itu dengan demikian mempunyai empat fungsi:1. Registrasi, yaitu pendaftaran terhadap adanya penemuan baru. 2. Disseminasi, yaitu penyebarluasan hasil penemuan baru tersebut. 3. Archive, yaitu membentuk koleksi dari penemuan-penemuan yang ada4. Sertifikasi, yaitu mendapatkan pengakuan dari the Royal Society setelah sebelumnya ditelaah dulu oleh para anggota the Royal Society dari bidang yang sama.Keempat prinsip jurnal ilmiah di atas pada dasarnya tidak berubah sampai sekarang. Registrasi merupakan fungsi yang amat penting sebagai pengakuan terhadap sang penemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu penemuan dianggap belum ada apabila penemuan itu belum ditulis dalam suatu artikel dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah. Salah satu kasus mutakhir yang banyak menarik perhatian adalah mengenai siapa sebenarnya penemu virus HIV dua puluh tahun yang lalu, Robert Gallo dari Amerika Serikat atau Luc Montagnier dari Pasteur Institute, Perancis. Luic Montagnier diakui sebagai penemu virus HIV sebab pada jurnal Nature (1983) telah menunjukkan keberhasilannya mengisolasi retrovirus tersebut. Disseminasi bertujuan mendapatkan pengakuan dan kolaborasi dari para rekan sejawat. Archive bertujuan melestarikan informasi ini untuk keperluan di masa datang. Sertifikasi untuk mendapatkan pengesahan terhadap penelitian (dan dampaknya) oleh jurnal yang mutunya sudah dikenal. Tidak ada sama sekali disebut mengenai tujuan komersial penerbitan suatu jurnal ilmiah. Peran jurnal ilmiah lebih pada pengakuan terhadap hasil penelitian dan sama sekali bukan untuk tujuan komersial. Bahwa faktanya para penerbit jurnal ilmiah bisa menjadi raksasa penerbitan adalah hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa Saja Penerbit Jurnal Ilmiah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan tradisi the Royal Society, penerbit-penerbit utama jurmal ilmiah adalah berbagai lembaga penelitian atau asosiasi profesi. Karena sebelum diterbitkan dalam suatu jurnal ilmiah suatu artikel perlu ditelaah dulu oleh para rekan sejawatnya (peer-review) maka jurnal ilmiah dikenal juga sebagai ‘peer-reviewed journal’ atau suatu bentuk dari ‘learned publishing.’ Selain lembaga penelitian dan asosiasi profesi, jurnal ilmiah banyak juga diterbitkan oleh perguruan tinggi di tingkat fakultas. Mutu jurnal ilmiah perguruan tinggi pada dasarnya mencerminkan mutu perguruan tinggi yang bersangkutan. Jurnal ilmiah dapat juga diterbitkan oleh para penerbit komersial, mereka dapat menerbitkan sendiri jurnalnya (proprietary journal) atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian atau asosiasi profesi (society journal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit swasta yang merupakan pemain utama dalam penerbitan jurnal ilmiah di antaranya Elsevier (Belanda), Springer (Jerman), Wolter Kluwer (Belanda), John Wiley (Amerika Serikat), Blackwell (Inggris, kini telah diakuisisi oleh John Wiley), dan Taylor &amp;amp; Francis (Inggris). Menarik untuk mengamati bahwa para penerbit jurnal komersial terpusat di Eropa (Belanda, Jerman dan Inggris) sedangkan asosiasi-asosiasi profesi utama yang menerbitkan jurnal terutama terkonsentrasi di Amerika Serikat. Bahasa yang digunakan dalam penerbitan jurnal ilmiah adalah Bahasa Inggris walaupun penerbitan utama jurnal berpusat di Belanda dan Jerman. Negara-negara lain di luar keempat negara di atas, meskipun di Eropa seperti Perancis, Italia, dan lain-lain, tetap dianggap ‘negara-negara pinggiran’ dalam penerbitan jurnal ilmiah. Para peneliti dari seluruh dunia cenderung menerbitan hasil penelitian utamanya di jurnal-jurnal utama yang terbit di empat negara tersebut, bukan di jurnal-jurnal ilmiah dari negaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber Artikel untuk Jurnal Ilmiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Artikel-artikel untuk jurnal ilmiah merupakan pengetahuan primer, berbeda dengan buku pelajaran yang merupakan pengetahuan sekunder. Pengetahuan primer baru akan ada apabila ada penelitian baru, jadi suatu penerbit tidak dapat begitu saja menerbitkan jurnal ilmiah dan mencari artikel untuk jurnalnya. Apabila tidak ada yang meneliti maka tidak ada jurnal yang perlu diterbitkan. Situasi ini sama sekali terbalik dengan penerbitan majalah. Penelitian memerlukan dana yang tidak sedikit, dengan dermikian tidak heran bahwa kualitas ilmiah suatu negara tergantung dari alokasi dana penelitian yang dialokasikan oleh pemerintahnya. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa secara tradisional mempunyai anggaran besar untuk penelitian, sehingga negera-negara itu menjadi sumber utama-artikel ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber lain untuk penelitian adalah yayasan-yayasan yang dibentuk oleh para milyarder di negara-negara maju. Khusus untuk bidang kedokteran dan farmasi, karena karakternya, mengharuskan alokasi dana penelitian yang besar. Dari 500 milyar dollar omzet global perusahaan farmasi sekitar 15% dialokasikan untuk penelitian. Di Asia, negara-negara yang tingkat penelitian ilmiahnya sudah mapan di antaranya adalah Taiwan dan Korea Selatan. Di negara-negara ini penerbitan jurnal ilmiah sudah secara komersial menguntungkan. Penerbitan jurnal ilmiah untuk suatu perhimpunan dokter di Taiwan, misalnya, dapat mendatangkan omzet lebih dari US$100.000 setahun (sekitar 1 milyar Rupiah) dengan laba kotor sekitar 50%. Para dokter atau lewat perhimpunannya bersedia membayar US$15 per eksemplar jurnal yang diterbitkan yang berisi artikel-artikel hasil penelitian para rekan sejawatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India dan Cina belum dikategorikan sebagai negara yang mapan tingkat ilmiahnya, melainkan dikategorikan sebagai negara-negara yang tingkat ilmiahnya berkembang pesat. Apabila para peneliti di India terbiasa menerbitkan artikel-artikel ilmiahnya di jurnal-jurnal utama di Barat, maka para peneliti di Cina menghadapi kesulitan menulis dalam Bahasa Inggris. Di Cina terdapat 5683 jurnal imiah yang 203 di antaranya berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Electronic Journal dan ‘Economics of Journal’&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasar utama jurnal-jurnal ilmiah adalah perpustakaan-perpustakaan, khususnya perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan mempunyai keterbatasan dana dan keterbatasan tempat untuk menyimpan koleksi jurnalnya. Berbeda dengan buku yang edisi lamanya bisa disingkirkan begitu terbitnya edisi baru, jurnal harus tetap dikoleksi dari awal terbitnya sampai sekarang. Ini karena jurnal berisi sumber-sumber pengetahuan primer dan bukan pengetahuan sekunder seperti halnya buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan pustakawan ini yang membuat para penerbit jurnal menerbitkan opsi elektronik untuk jurnal-jurnal yang diterbitkannya. Pustakawan dapat berlangganan versi cetak, cetak dan elektronik, ataupun elektronik saja. Opsi elektronik semakim populer dan mendatangkan penghasilan yang melebihi edisi cetaknya. Para penerbit membentuk platform elektronik masing-masing untuk koleksi jurnal mereka: Elsevier dengan ScienceDirect, Wolter Kluwer dengan Ovid, John Wiley dengan Wiley InterScience, Blackwell dengan Synergy, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain platform dari para penerbit komersial dikenal juga platform yang dikelola oleh pustakawan sendiri seperti Highwire (Stanford University Library) dan oleh aggregator seperti SwetsWise dari Swets (Belanda) atau ProQuest (Inggris/Amerika Serikat). Di Amerika Serikat pasar jurnal pada tahun 2005 besarnya 3,2 milyar dollar dari total pasar penerbitan untuk para profesional yang 17 milyar dollar. Suatu universitas yang besar di negara Barat mempunyai anggaran untuk pembelian jurnal sekitar 1 juta dollar setahun. Nilai ini juga setara dengan belanja jurnal ilmiah untuk universitas-universitas utama di Asia seperti misalnya NUS, Singapore. Anggaran untuk suatu universitas di Indonesia untuk electronic journal lazimnya sekitar US$20.000 setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Open Access yang Author-Pay atau Bukan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahwa penerbitan jurnal pada dasarnya tidak mempunyai tujuan komersial sudah dibahas dari sejarahnya, tetapi dalam kenyataannya banyak asosiasi maupun penerbit komersial menjadi kaya-raya dengan menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah. Bagaimana tidak: tidak perlu membayar royalti, mendapatkan hak cipta artikel yang diterbitkan (kalau penulis mau menggunakan artikelnya sendiri penulis itu harus minta izin atau harus membayar ke penerbit), dan (yang benar-benar membuatnya besar adalah) penjualan electronic journal yang praktis tidak mempunyai harga pokok (tidak perlu dicetak) namun dijual dengan harga penuh atau rabat hanya 5 atau 10 persen saja. Para peneliti mulai mempertanyakan model ini dan inilah awal dari inisiatif Open Access. Sesuai namanya ‘open access,’ para peneliti berprinsip bahwa suatu artikel ilmiah harus dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya tanpa harus membayar (Budapest Open Access Society meeting, 1-2 Desember 2001). Dengan teknologi Internet dapat diterjemahkan dapat di-download gratis (biasanya berupa file PDF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penerbit yang kini menerapkan konsep Open Access ini. Penerbit utama di bidang ini adalah BioMed Central serta berbagai perguruan tinggi dan asosiasi-asosiasi profesi. Berbagai jurnal yang dapat diakses secara gratis ini dapat dilihat dari DOAJ (Directory of Open Access Journals): http://www.doaj.org/. Bahkan salah satu jurnal berprestise dari Oxford University Press, Nucleid Acid Research, berpindah ke model Open Access. Jurnal ini kini dapat diperoleh gratis lewat Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis untuk pembaca, tetapi penerbitan suatu artikel (walaupun tidak dicetak) tetap memerlukan biaya. Jadi siapa yang harus membayar?  Yang harus membayar adalah lembaga yang mensponsori penelitian itu atau penelitinya sendiri. ‘Open Acess’ dengan demikian sering dirancukan dengan ‘Author Pay’ model. Biaya penerbitan per artikel antara US$500 sampai US$1500. Springer, suatu penerbit komersial menawarkan ‘Open Choice’ yaitu bisa diterbitkan secara biasa (dan nantinya artikel hanya bisa diakses oleh pelanggan) atau diterbitkan secara Open Acess (penulis harus membayar US$3000 per artikel dan setelah terbit artikel itu dapat diakses gratis lewat Internet). Springer berargumentasi bahwa agar model ini langgeng biaya penerbitan per artikel haruslah sebesar US$3000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua jurnal di Cina menetapkan biaya terhadap para penulisnya antara US$150 sampai US$600 per artikel yang diterbitkan. Sang penulis/peneliti kemudian mendapat penggantian biaya penerbitan ini dari lembaga-lembaga penelitian, universitas, ataupun lembaga-lembaga negara lainnya. Tidak heran apabila di Cina terdapat begitu banyak jurnal ilmiah yang tidak jarang diterbitkan bulanan, dua kali sebulan, atau bahkan mingguan. Semakin sering terbit semakin banyak uang yang masuk ke penerbit. Tirasnya? Terkadang hanya 300 eksemplar saja, tetapi dapat diakses file PDF-nya lewat Internet dari situs-situsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua penulis artikel bersedia membayar sehingga Open Access tidak harus disamakan dengan Author Pay, selama ada seseorang atau suatu lembaga yang mau membiayai. Di Cina sudah dibahas bahwa walaupun penulis yang membayar, dia dapat mendapat penggantian dari lembaga-lembaga pemerintahan. Di Jepang juga demikian dengan inisiatif J-Stage. Kini banyak jurnal-jurnal dari Jepang yang berbahas Inggris dapat diakses gratis lewat situs J-Stage (http://www.jstage.jst.go.jp/browse/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Electronic Platform: Canggih Tidak Harus Mahal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dikategorikan sebagai negara yang tingkat ilmiahnya masih ketinggalan, namun untuk bidang kedokteran tidaklah terlalu ketinggalan. Banyak artikel-artikel ilmiah dari Indonesia yang cukup bermutu. Masalah yang dihadapi adalah masalah bahasa (dalam Bahasa Indonesia sehingga tidak banyak dikenal) dan tidak adanya platform elektronik yang aktif dioperasikan di Indonesia. Masalah bahasa dapat diatasi dengan menyiapkan abstrak dalam Bahasa Inggris, sehingga hasil penelitian yang dibahas dapat dipahami walaupun teks utamanya masih berbahasa Indonesia. Selanjutnya apabila masalah siapa yang harus membiayai suatu penerbitan jurnal sudah teratasi maka kini agar hasil penelitian dapat tersebar luas diperlukan platform elektronik yang dapat diakses lewat Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua platform yang diperlukan:1. Untuk penulis, reviewer, dan editor (sebelum artikel diterima untuk diterbitkan)2. Untuk diseminasi artikel ke pembaca (setelah artikel diterbitkan) Untuk yang pertama diperlukan suatu online submission system, yaitu pengiriman, review, dan manajemen artikel secara online lewat Internet. Selain bisa menggunakan software komersial seperti Editorial Manager, dapat juga digunakan dapat digunakan software yang bersifat Open Source seperti misalnya Open Journal System dari Public Knowledge Project (http://pkp.sfu.ca/) darin University of British Columbia (Canada) yang sudah dipakai misalnya oleh ICAAP (International Consotitium for the Advancement of Academic Publications) - http://www.icaap.org/services.php&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Journal System menggunakan PHP sehingga apabila dipakai di Indonesia dapat dengan mudah dikelola oleh para programmer Indonesia yang umumnya sudah sangat fasih dengan PHP. Di Indonesia sudah mulai diluncurkan online submission system, di ataranya oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang rencananya mau disosialisaikan secara nasional. Adapun untuk electronic journal platform, Universitas Airlangga sudah mulai dengan platformnya sendiri (http://journal.unair.ac.id/) dan dari Discovery Indonesia Journal Hosting (http://journal.discoveryindonesia.com) yang sudah mulai terisi oleh beberapa jurnal termasuk jurnal-jurnal terbaik dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makalah ini disampaikan oleh Kosasih Iskandarsjah dalam seminar manajemen jurnal ilmiah di Universitas Airlangga, November 2006; DP2M Dikti, September 2007; dan Aptisi Jabar, November 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8971776920093031952-8719428760585697397?l=jual-jurnal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/feeds/8719428760585697397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/seluk-beluk-penerbitan-jurnal-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8719428760585697397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8971776920093031952/posts/default/8719428760585697397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jual-jurnal.blogspot.com/2009/12/seluk-beluk-penerbitan-jurnal-ilmiah.html' title='Seluk Beluk Penerbitan Jurnal Ilmiah'/><author><name>amix</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_uFezDwAbCgI/SqBUgKEpbVI/AAAAAAAAACU/hsKkPVAsbUA/S220/PICT0015.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
